Planet yang bisa menyusut pada tingkat yang tidak terduga terjadi pada planet terkecil tata surya kita. Para peneliti telah mengumumkan hal tersebut.
Saat wahana NASA Mariner 10 terbang melintas Merkurius pada tahun 1974 dan 1975 telah mengembalikan gambar tebing aneh dengan sebutan scarps. Kemudian tebing memotong semua jenis formasi geologi. Hal tersebut menunjukkan jika permukaan planet telah mengalami penyusutan dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Planet Neraka TOI-1431b, Miliki Suhu Terpanas dan Ukuran 3 Kali Jupiter
Merkurius Planet yang Bisa Menyusut
Permukaan Merkurius yang terlihat dari pesawat ruang angkasa Messenger NASA telah mengkonfirmasi tentang kerak tampak melengkung.
Mengutip newscientist.com, planet ini terlihat telah menyusut lebih dari yang diperkirakan. Berdasarkan hasil terbaru dari analisis gambar dari pesawat yang melewati Merkurius pada tanggal 14 Januari, telah memotret permukaannya hingga 20%. Sebelumnya permukaan tidak terlihat.
Para ilmuwan memastikan jika Merkurius mempunyai inti cair. Kemudian berubah dingin dari waktu ke waktu sehingga menjadi sebuah planet yang bisa menyusut.
Teori tersebut merupakan langkah dalam menyelesaikan perdebatan yang telah berkecamuk selama 30 tahun lebih mengenai medan planet Merkurius. Para peneliti terus bertanya-tanya apakah medan magnet mirip Bumi. Kemudian akan mendapat makanan dari dinamo cairan yang bersirkulasi seperti Mars bisa menampung batuan pada bermagnet.
Gerakan Cair
Pada tahun 2007, tim telah memantulkan sinyal radar dari Merkurius. Lalu mengungkapkan variasi dalam kecepatan rotasi planet yang menunjukkan inti planet sebagian telah cair.
Hingga saat ini para peneliti Messenger mengatakan bahwa gambar dari scarps dan peta medan magnet planet lebih baik. Hal tersebut menunjukkan planet yang bisa menyusut mempunyai konstitusi mirip dengan Bumi.
Kepala ilmuwan misi, Sean Solomon dari Carnegie Institution of Washington di Washington DC, Amerika Serikat mengatakan jika hasil penelitian menunjukkan sumber aktif medan magnet Merkurius. Kemudian dinamo yang bergerak pada inti luar cairan planet tersebut.
Baca Juga: Fakta Planet Neptunus, Bercincin dan Memiliki Iklim yang Ekstrim
Merkurius Berkontraksi
Penelitian dari NASA menunjukkan jika Merkurius berkontraksi. Hal tersebut mirip dengan Bumi sebagai planet yang aktif secara tektonik.
Gambar menunjukkan jika terdapat bekas luka patahan kecil yang tidak terdeteksi. Scarps ini terlalu kecil, sehingga para ilmuwan menyimpulkan jika scarps secara geologis masih muda.
Usia muda dari bekas luka kecil pada planet yang bisa menyusut mirip Bumi yang aktif secara tektonik. Lalu patahan baru terbentuk karena interior planet mengalami pendinginan dan berkontraksi.
Kerusakan terbesar di Merkurius pertama kali ditemukan di flybys Mariner 10. Kemudian mengkonfirmasinya melalui Messenger dengan hasil planet terdekat Matahari ini menyusut.
Ketinggian pesawat ruang angkasa diturunkan dalam 18 bulan terakhir ini. Misi Messenger mendekati permukaan Merkurius dan terlihat pada resolusi yang jauh lebih tinggi. Citra dataran rendah mengungkap scarps patahan kecil masih muda.
Patahan aktif yang konsisten pada temuan baru medan magnet global Merkurius telah ada. Selama miliaran tahun ini pendinginan mulai lambat di inti luar Merkurius yang masih panas. Kemungkinan planet terestrial terkecil ini mengalami gempa.
Baca juga: Fenomena Kuartet Bulan-Venus-Spica-Merkurius Menjelang Langit Fajar
Hal tersebut menjadi alasan mengapa para ilmuwan terus melakukan penjelajahan. Karena selama bertahun-tahun para ilmuwan mempercayai bahwa terdapat aktivitas tektonik Merkurius di masa lalu membuat planet yang bisa menyusut.
Jadi, sangat menarik untuk mempertimbangkan planet terkecil tidak lebih besar dari Bulan Bumi. Bahkan sampai hari ini masih aktif.
Mariner 10 Menunjukkan Penyusutan
Gambar Mariner 10 menunjukkan planet yang bisa menyusut. Radius planet kira-kira 2400 km, telah mengalami penyusutan 1 sampai 2 km sejak pembentukannya 4 miliar tahun silam. Perkiraan yang ditunjukkan oleh Messenger terlalu rendah.
Kemudian gambar bekas luka baru telah diambil dari sudut relatif terhadap Matahari daripada Mariner 10. Hal itu menunjukkan bahwa planet terlihat menyusut hingga sepertiga lebih banyak dari perkiraan.
Selanjutnya pada penerbangan kedua melalui Messenger pada 6 Oktober, menggambarkan permukaan planet sebesar 30%. Lalu penyusutan semakin dramatis bila pengamatan lebih detail.
Merkurius mendingin dan menyusut sehingga menyebabkan permukaan menyesuaikan bentuknya. Seiring bertambahnya usia, planet berbatu kecil, intinya membeku dan menghentikan penyusutan kerak.
Penelitian lebih lanjut akan membantu memperkirakan usia scarps. Kemudian juga dapat mengungkap planet yang bisa menyusut atau telah berhenti. (R10/HR Online)