Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Konsumen rumah makan di Kota Banjar, Jawa Barat, meningkat hingga 90 persen saat Ramadhan tahun ini, meski masih dalam situasi pandemi Covid-19.
Tak seperti pada Ramadhan tahun sebelumnya, para pengusaha rumah makan rata-rata mengalami penurunan jumlah konsumen akibat pandemi.
Seperti diungkapkan Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Banjar, Buana Surya Kusuma, bahwa suasana Ramadhan di tengah pandemi tahun lalu sangat berbeda dari tahun sekarang. Tak terkecuali dirinya yang juga sebagai owner dari rumah makan Saung Oemah.
“Alhamdulillah, untuk Ramadhan tahun ini sudah terlihat geliat perekonomian yang cukup baik. Entah itu bidang kuliner atau fashion. Khusus bidang kuliner mulai banyak konsumen yang mengadakan acara buka bersama,” ungkapnya, Sabtu (01/05/2021).
Buana mengatakan, bulan suci Ramadhan ini, hampir setiap rumah makan mengalami peningkatan kunjungan konsumen ketimbang tahun sebelumnya. Bahkan, peningkatannya bisa mencapai 90 persen.
Sejak hari pertama puasa sudah konsumen mulai terlihat ramai. Menurut Buana, kemungkinan hal itu imbas dari Ramadhan tahun lalu yang tidak bisa buka puasa bersama di luar.
Selain itu, lanjutnya, dengan adanya peraturan pemerintah tentang larangan mudik Lebaran, maka hal tersebut bisa kembali berdampak negatif, termasuk pada bidang usaha kuliner.
Namun, pihaknya berharap dampaknya tidak terlalu besar, sehingga geliat ekonomi akan terus stabil sampai Lebaran dan pasca Lebaran.
“Terkait peraturan pemerintah tentang larangan mudik, untuk dampak pasti akan ada, tapi semoga saja tidak terlalu besar,” tandas Buana.
Ramadhan Tahun Lalu Rumah Makan Cobek Beti Tetap Ramai
Berbeda dengan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Banjar, Wulan Beti, yang juga merupakan pemilik dari rumah makan Cobek Beti Tanjungsukur.
Ia mengaku setiap tahunnya selalu diberikan kelapangan rezeki yang sangat luar biasa. Terutama pada setiap bulan suci Ramadhan.
“Kalau untuk saya pribadi alhamdulillah, bulan Ramadhan ini masih sama seperti tahun sebelumnya mendapatkan kelapangan rezeki yang luar biasa. Setiap hari selalu full booked, terutama saat jam buka puasa,” tuturnya.
Namun, lanjut Wulan, tidak semua pengusaha yang berada di bawah naungan IWAPI Kota Banjar mengalami kondisi serupa dengannya. Karena ada juga yang usahanya sepi akibat terdampak pandemi.
“Pasti kondisi rekan yang lain berbeda-beda. Tapi saya sangat yakin, walaupun masa pandemi segala ruang gerak terbatas, dan harga bahan pokok melambung tinggi. Selama kita mau bersabar dalam berikhtiar, insya Allah kelapangan rizki melalui usaha atau bisnis akan terus mengalir,” ucap Wulan. (Sandi/R3/HR-Online)