Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Jalur tikus di Bandung yang tidak dijaga petugas bisa menjadi alternatif bagi pemudik tujuan Garut dan sekitarnya. Jalur tersebut menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Bagi pemudik yang ingin menghindari pos penyekatan, jalur tikus yang bisa anda lewati itu berada di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, tepatnya Jalan Raya Cibeureum.
Jalan tersebut bisa dijadikan jalur alternatif bagi pemudik dari wilayah Kota Bandung tujuan Pameungpeuk, Pangalengan, Kabupaten Garut.
Meski tidak ada penjagaan dari petugas, namun sepertinya pemudik enggan melewati jalur tikus di Bandung ini. Karena selain kontur jalannya yang sempit serta banyak tikungan tajam, jalur ini pun terkenal rawan begal, bahkan memiliki kesan angker.
Jadi, bagi pemudik yang hendak melewati jalur tersebut untuk menghindari pos penyekatan, tentunya harus bernyali besar dan siap dengan berbagai resiko.
Pemudik dari Bandung dengan tujuan Kabupaten Garut memang tidak akan menemui petugas atau pos penyekatan larangan mudik. Baik melaluinya saat siang hari maupun malam.
Baca Juga : Hendak ke Pangandaran Lewat Jalur Tikus, Wisawatan Ini Malah Kabur
Ini Rute Jalur Tikus di Bandung Tujuan Garut
Jika ingin menggunakan jalur tikus tersebut, pertama-tama pemudik bisa masuk ke Jalan Gedebage Selatan, nantinya akan terhubung ke Jalan Raya Sapan. Kemudian, ambil jalan tembusan arah Bojong Cipala Buay. Jalan ini membelah lahan persawahan yang nantinya tembus ke Alun-alun Ciparay.
Selanjutnya, dari Alun-alun Ciparay pemudik tinggal belok dan masuk ke Jalan Pacet. Terus saja mengikuti jalan ini hingga menemukan jalan pertigaan, tepatnya sebelum kampus SMP PGRI Pacet.
Untuk bisa sampai ke jalur tikus yang ada di Kabupaten Bandung, dari pertigaan itu pemudik hanya tinggal belok ke kiri dan masuk wilayah Desa Cikitu. Selanjutnya terus saja ikuti jalan sampai masuk wilayah Kecamatan Kertasari.
GPS Tak Berfungsi, Banyak Tikungan Tajam
Perlu anda ketahui pula bahwa, ketika masuk wilayah kecamatan tersebut, sejumlah provider sama sekali tak dapat digunakan. Meski tanpa ada GPS, namun pemudik tak perlu khawatir akan kehilangan arah.
Rute selanjutnya, pemudik nantinya akan melewati lokasi Wisata Alam Batu Nanceb dan Cibutak, kemudian masuk ke Desa Sukapura. Wilayah ini cukup ramai, banyak berjejer bangunan rumah warga.
Baca Juga : Hindari Petugas, Pemudik Nekat Lewat Jalur Tikus Menuju Pangandaran
Tetapi, sebelum maupun sesudah masuk desa tersebut, pemudik harus melewati jalan yang banyak terdapat perkebunan. Di jalur ini pemudik akan menemukan sejumlah tikungan tajam yang letaknya tepat di pinggir tebing.
Kondisi itulah yang menjadi alasan kalau jalur ini cukup berisiko. Bahkan, adanya tumpukan pasir pada bagian tepi jalan membuat perlintasan pun menjadi licin.
Rawan Kecelakaan
Pada waktu siang hingga sore hari, jalur tikus di wilayah Kabupaten Bandung ini memang cukup banyak kendaraan yang melintas. Hanya saja untuk roda empat jarang sekali yang terlihat melintas, mengingat lebar jalannya yang tidak begitu luas.
Kalau ada mobil dari arah berlawanan, maka jalan menjadi macet. Oleh sebab itu, kendaraan yang berseliweran kebanyakannya kendaraan sepeda motor. Itupun hanya warga sekitar.
Pengemudi motor yang melintasi jalur ini kerap memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi sambil ugal-ugalan, dan jarang sekali memakai helm.
Bahkan, tak sedikit dari mereka yang berani mengambil jalur berlawanan arah secara ekstrem hingga nyaris ke bagian bahu jalan. Karena kondisi demikian, maka wajar saja jika jalur ini menjadi rawan kecelakaan.
Baca Juga : Petugas Cek Poin Perbatasan Sebut WNA Asal India Masuk Pangandaran Lewat Jalan Tikus
Rawan Begal
Jika khawatir melintasi jalur tikus di Bandung ini saat siang hari akibat ramainya pengendara motor dengan kecepatan tinggi, maka pemudik dapat memilih perjalanan malam. Namun tetap ada risiko yang harus anda hadapi.
Memasuki jam 22.00 WIB, situasi Jalan Pacet-Cibeureum yang merupakan jalur tikus di Bandung ini sudah sangat sepi. Begitu pula situasi Jalan Raya Pacet-Cikitu hingga wilayah Desa Sukapura sangat sepi jika sudah masuk jam 23.30 WIB. Bahkan, dari Sukapura sampai seterusnya kondisi jalan semakin gelap, licin, dan berkelok-kelok.
Menurut Endang Syarifudin, salah seorang warga setempat, Jalan Raya Cibeureum pada malam hari cenderung sepi dari kendaraan pemudik yang melintas.
Bagi kendaraan yang kondisi lampunya tidak begitu terang tentunya sangat berisiko jika menempuh jalur tikus ini. Terlebih dari wilayah Desa Sukapura hingga seterusnya merupakan jalan yang rawan terjadi pembegalan.
Menurut Fikri Nurhalim, pedagang bakso yang ada di Jalan Pacet, bahwa Jalan Raya Cibeureum menjadi lokasi favorit bagi para begal beraksi. Sehingga, pengemudi mobil maupun motor sangat rentan menjadi korban begal apabila melewati jalur tikus ini saat malam hari.
Jadi pada intinya, Jalan Raya Cibeureum adalah jalur tikus alternatif yang ada di Bandung selama larangan mudik Lebaran. Bagi pemudik yang nekat melintas tentunya mereka harus siap dengan berbagai resiko.
Oleh sebab itu, bagi pemudik yang ingin memilih jalur tersebut sebagai rute alternatif untuk mudik, sepertinya harus mikir dua kali kalau tidak terlalu paham dengan medan jalannya. (R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah
Berita ini sudah tayang di suara.com dengan judul Angker dan Rawan Begal, Pemudik Ogah Lewat Jalan Ini meski Tak Dijaga Polisi