Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Harga sembako H-7 Lebaran di Pasar Kota Banjar, Jawa Barat, masih stabil. Hanya beberapa komoditas kebutuhan pokok seperti cabai-cabaian yang mengalami sedikit kenaikan.
Bahkan, harga daging ayam yang sebelumnya saat awal Ramadhan mencapai Rp 42 ribu per kilogram, saat ini turun antara Rp 36 ribu-Rp 38 ribu per kilogramnya.
Salah seorang pedagang sembako dan aneka sayuran di Pasar Banjar, Erik Irawan, mengatakan, satu minggu memasuki Lebaran, harga sembako masih dalam kondisi normal.
“Sekarang masih normal. Meski ada yang naik, tapi tidak seberapa ketimbang harga saat awal Ramadhan,” tuturnya, kepada HR Online, Kamis (06/05/2021).
Erik menyebutkan, sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikkan harga tersebut antara lain cabai rawit merah. Tiga hari sebelumnya harga komoditas tersebut hanya Rp 60 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 70 ribu per kilogramnya.
Kemudian, untuk harga cabai merah besar TW, dan cabai merah keriting juga mengalami kenaikkan, Namun kenaikannya masih kisaran harga Rp 5 ribu dalam satu kilogramnya.
Selanjutnya, harga barang yang mengalami kenaikkan seperti gula pasir dan minyak goreng curah dengan kenaikannya kisaran angka Rp 1 ribu sampai Rp 2 ribu per kilogramnya.
Sedangkan, untuk harga telur ayam ras turun, dari sebelumnya Rp 26 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu per kilogramnya.
“Untuk harga sembako yang lain memang ada sedikit kenaikkan. Tapi kalau telur ayam ras malah turun,” ujar Erik.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Pasar Banjar Tembus 39 Ribu
Harga Daging Ayam Turun
Sementara itu, salah seorang pedagang daging ayam, Nono alias Unay mengatakan, harga sembako menjelang H-7 Lebaran turun dibandingkan pada awal Ramadhan. Seperti halnya harga daging ayam yang mengalami penurunan.
Sebelumnya pada awal waktu Ramadhan, harga daging ayam sempat mencapai harga tertinggi, yakni Rp 42 ribu per kilogram. Tapi sekarang turun di kisaran harga Rp 36 ribu sampai Rp 38 ribu per kilogramnya.
“Sekarang daging ayam lagi murah. Tapi saya jual harga segitu saja kadang masih banyak pembeli yang merasa keberatan,” kata Nono.
Menurutnya, menjelang puncak hari Lebaran mendatang, harga daging ayam tidak akan begitu mengalami kenaikan yang signifikan.
Hal itu karena situasi pasar saat ini masih belum stabil, sehingga belum begitu terlihat antusias warga berbelanja. Apalagi sekarang para pemudik dilarang pulang kampung.
“Bisa saja nanti ada kenaikkan. Tapi ya itu, kalau yang mau mudik saja tidak ada, jadi siapa yang mau borong belanjaan,” ujar Nono.
Terpisah, Sekretaris Dinas KUKMP Kota Banjar, Neneng Widyastuti mengatakan, untuk memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tersebut, pihaknya berencana akan melakukan pemantauan harga di Pasar Banjar.
“Rencananya dalam waktu dekat ini kita akan adakan pengecekan pasokan barang dan harga di pasar,” singkatnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah