Cara mengatasi saham turun penting Anda ketahui untuk menyikapi kemungkinan yang bisa terjadi. Bursa saham global memang tidak selalu mengalami kenaikan. Tak jarang juga penurunan yang cukup tajam sehingga menimbulkan kerugian.
Cara Mengatasi Saham Turun
Meski demikian, investor tidak perlu khawatir dan panik saat harga saham turun drastis. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menghadapi dan cara mengatasi saham turun, di antaranya :
Tetap Rasional dan Tidak Panik
Saat saham turun, para investor tentu akan merasakan ketakutan dan kekhawatiran akan dampak yang terjadi. Meskipun Anda takut karena nilai saham yang turun drastis, Anda tetap harus rasional dan tidak panik. Rasa panic berlebih justru akan menimbulkan potensi adanya kerugian dalam investasi saham Anda.
Pada saat harga saham mengalami penurunan, maka Anda harus mengambil langkah rasional serta mempertimbangkan dengan matang sebelum menjualnya.
Secara umum, naik turunnya harga saham memang sesuatu hal yang biasa, karena itulah para investor tidak mungkin bisa menghindari volatilitas pasar.
Meningkatkan Tabungan
Hal berikutnya yang bisa Anda lakukan jika harga saham turun yaitu dengan meningkatkan jumlah tabungan Anda. Ini karena mengingat saat indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pasar saham sedang anjlok, maka akan ada banyak instrumen investasi lainnya yang bangkit.
Anda pun bisa menabung pada investasi lain yang mungkin lebih mengarah adanya profit atau keuntungan.
Saat Anda mulai menabung lebih banyak dan tidak menunggunya, maka Anda tentu akan terbantu secara finansial, khususnya saat harga saham sedang turun drastis.
Kurangi Pengeluaran
Selain mengutamakan sikap rasional dan meningkatkan tabungan, hal yang penitng Anda lakukan saat selanjutnya adalah dengan mengurangi jumlah pengeluaran.
Pada saat saham saham anjlok, hal paling mudah dan sangat penting yang bisa Anda lakukan yakni berhemat.
Sebab, selama menunggu pasar rebound, Anda harus mengurangi pengeluaran supaya kondisi portofolio Anda pun bisa ikut terselamatkan.
Anda hanya perlu mencari tahu ada berapa total yang harus Anda bayar untuk seluruh tagihan.
Selain itu, Anda juga bisa melihat pos-pos yang mungkin kurang penting dan bisa mengurangi anggaran pada pos tersebut.
Selanjutnya, Anda harus memahami berapa banyak jumlah yang wajib Anda keluarkan, serta berapa banyak pula yang wajib Anda hemat.
Nilai Toleransi Risiko
Sebelum terjadi harga saham turun, hal tak kalah penting yang perlu Anda lakukan yaitu menerapkan nilai toleransi risiko.
Sebagai contoh, Anda mematok maksimal toleransi risiko Anda adalah penurunan Rp100 hingga dengan Rp300 per saham Maka lebih dari itu Anda akan menyelamatkan ataupun memindahkan aset Anda pada tempat yang lebih aman.
Melakukan investasi tentunya erat kaitannya dengan risiko yang melekat pada diri Anda. Pada saat Anda baru ingin memulai investasi, Anda perlu menjalani tes profil risiko. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui jenis atau tipe profil risiko investor seperti apa yang cocok untuk Anda.
Tak hanya itu, Anda juga wajib mempertimbangkan bagaimana perubahan gaya hidup Anda yang mungkin saja bisa mempengaruhi tingkat risiko yang Anda ambil.
Kunci utamanya yaitu diversifikasi, sehingga jika salah satu aset Anda akan mengalami keterpurukan, Anda masih memiliki aset lainnya.
Beli dan Tahan
Strategi penting selanjutnya sebagai cara mengatasi saham turun yakni buy and hold. Di sini Anda bisa membeli saham saat harga saham sedang turun drastis. Hal ini menjadi salah satu cara mengatasi saham yang turun dengan memanfaatkan situasi buruk agar memperoleh profit tinggi saat pasar akan kembali bullish.
Pada dasarnya, tujuan para investor melakukan investasi pastinya untuk mendapatkan profit. Oleh sebab itu, dengan buy and hold ini tentunya Anda bisa membangun kekayaan dengan cara memanfaatkan kondisi volatile yang sedang terjadi.
Anggap Sebagai Penjualan
Dengan kondisi harga saham turun, Anda bisa melakukan penjualan saham yang lebih banyak. Meskipun hal ini tidak begitu disarankan, karena justru akan menambah kerugian saja, namun cara ini bisa menjadi pertimbangan dengan mengalihkan saham Anda ke aset aman.
Namun, berinvestasi saat harganya murah merupakan sebuah langkah baik untuk jangka panjang. Kondisi ini tentu bisa menjadi keuntungan karena saat pasar mulai bearish, Anda akan memperoleh imbalan hasil dari penurunan harga saham tersebut, dan ditambah dengan saham yang telah ada.