Baju sadariah Betawi biasa digunakan pada saat terjadi perayaan tertentu. Baju adat Betawi ini biasa dikenakan oleh kaum laki-laki. Seperti daerah lain yang ada di Indonesia busana ini juga menjadi ciri khas kota Jakarta. Baju daerah memang hanya dimiliki oleh suatu daerah tertentu.
Namun, kini perkembangan dunia fashion lebih maju. Sehingga anda bisa mendapatkannya dengan mudah. Baju adat khusus digunakan ketikaa sedang ada acara pada daerah tertentu.
Begitu juga dengan pakaian adat betawi yang satu ini. Baju Sadariah merupakan seragam khusus untuk pemuda Abang None Jakarta yang biasa dilakukan setiap tahunnya.
Bahkan Abang None sudah diadakan sejak tahun 1968. Namun, kini ada juga yang mengenakan busana ini ketika menghadiri acara kasual.
Busana khas Betawi untuk kaum pria ini juga mampu menarik perhatian banyak orang. Jadi tidak hanya keunikan budayanya saja namun, busana pun juga memiliki peran penting pada sebuah daerah.
Baju sadariah betawi termasuk yang unik dan mampu menarik banyak orang hingga saat ini. Meski tampilannya simple namun, memiliki tren yang cukup menarik.
Bahkan justru kerap sekali menjadi style saat menghadiri acara tertentu. Tidak ada salahnya anda memiliki busana khas Betawi yang satu ini untuk tampil kasual namun, rapi.
Baca Juga: Baju Akad Nikah Simple Rekomendasi Busana di masa Pandemi
Keunikan Baju Sadariah Betawi
Indonesia memiliki banyak daerah dengan ragam budayanya masing-masing. Tidak hanya dari tradisi hingga budayanya namun, pakaian adatnya pun juga mampu menarik banyak orang.
Bahkan keunikannya juga mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk lebih mengenalnya. Salah satu daerah yang cukup terkenal dengan beragam budayanya yaitu Betawi.
Tidak hanya makanan khas, tradisi, hingga ondel-ondel namun, busana khas juga cukup menarik. Baju Sadariah salah satunya yang menarik.
Betawi sendiri memiliki beragam pakaian adat yang biasa anda kenakan dalam acara perayaan tertentu. Begitu juga baju Sadariah yang biasa kaum pria kenakan.
Keunikan baju Sadariah memang tampak simple. Hanya saja saat terpakai pada acara tertentu busana tersebut tampak rapi dan maksimal.
Baca Juga: Baju Couple Tunangan, Rekomendasi Busana Agar Terlihat Istimewa
Sama seperti wanita kaum pria pun juga ingin tampil fashionable. Apalagi ketika menghadiri acara tertentu baik formal hingga kasual.
Berikut ini ada beberapa kelengkapan baju Sadariah Betawi yang biasa menjadi busana kaum pria antara lain:
Baju Koko
Baju Sadariah Betawi yang satu ini terdiri dari atasan koko. Pada umumnya baju koko tersebut berwarna putih. Baju ini memang khusus busana yang tidak bermotif atau polos.
Pria asal Betawi yang mengenakan baju Sadariah ini biasa memiliki panggilan dengan sebutan Abang. Sehingga ketika mengenakannya akan lebih tampak berwibawa.
Celana Komprang
Sedangkan untuk bawahannya baju koko polos tersebut hadir dengan celana komprang. Celana ini memiliki motif batik.
Baca Juga: Model Baju Kurung Terbaru Untuk Gaya Baru yang Trendi
Bawahan tersebut merupakan celana komprang dengan motif batik. Seperti namanya yaitu model celana longgar dan pada umumnya memiliki karet pada bagian pinggang.
Jika tidak umumnya memiliki pelengkap dengan kolor yang memiliki panjang hingga bawah lutut. Biasanya motif batik yang ada yaitu Parang atau Lereng.
Sehingga motif celana tersebut tidak terlalu ramai atau natural. Warna kain untuk pembuatan celana tersebut biasanya hitam, coklat bahkan putih.
Celana komprang menjadi setelan baju Sadariah Betawi yang cukup terkenal.
Peci
Tidak lengkap rasanya jika tanpa mengenakan peci beludru hitam saat mengenakan baju Sadariah. Peci atau kopiah yang dikenakan sama dengan penutup kepala yang digunakan kaum muslim.
Bahkan untuk kaum laki-laki Betawi sering mengenakannya untuk aktivitas sehari-hari. Peci menjadi penutup kepala yang mampu membuat penampilan dengan baju Sadariah Betawi semakin maksimal.
Cukin atau Selendang
Cukin atau selendang ini merupakan aksesoris tambahan ketika mengenakan baju Sadariah. Pada umumnya memang lebih terkenal dengan sarung atau sorban.
Selendang ini memang berbeda dari yang lainnya. Bahkan tidak sama dengan selendang kaum wanita. Cukin merupakan selendang kain yang dilipat kemudian diletakkan pada bagian pundak atau leher.
Cukin itu sendiri memiliki warna cerah dan pada umumnya berupa kain sarung. Motifnya ondel-ondel hingga monas.
Sedangkan untuk kelengkapan alas kakinya mengenakan sandal terompah. Sandal satu ini juga menjadi ciri khas Betawi yang melengkapi baju Sadariah Betawi. (R10/HR-Online)