Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Pemprov Jabar mulai atur strategi penyekatan mudik lebaran pada wilayah perbatasan. Ada dua strategi untuk mengurangi mobilitas masyarakat saat lebaran.
Strategi pertama dengan menggelar Operasi Bhakti Praja untuk menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19. Caranya dengan tidak mudik pada lebaran 2021 ini.
“Edukasi dan sosialisasi kami intensifkan melibatkan RT/RW, tokoh masyarakat dan agama, terutama daerah zona merah. Penerapan Prokes 5M pun ditingkatkan di lingkungan, pasar, ruang publik dan tempat umum lainnya,” ujar Ade Afriandi, Ketua Divisi Komunikasi Publik, Penegakan Aturan Satgas Covid-19 Jabar.
Melalui penyekatan mudik lebaran ini, semua pihak harus berkaca dari kasus Covid-19 sebelumnya selalu meningkat ketika adanya peningkatan mobilitas. Untuk itu, kesadaran masyarakat sangat penting demi menjaga kesehatan semuanya.
Strategi kedua adalah Operasi Praja Wibawa yakni dengan melakukan penyekatan, pengawasan, pemeriksaan hingga penindakan pada pelaku perjalanan yang masuk wilayah perbatasan provinsi.
Adapun sanksi pelaku perjalanan yang melanggar larangan mudik ini mulai dari pencatatan hingga putar balik kembali tujuan kendaraan.
“Sekda Provinsi di Pulau Jawa juga sudah membuat komitmen bersama dalam rangka membatasi mobilitas masyarakat ketika mudik lebaran,” ucapnya.
Dengan kolaborasi dan koordinasi semua pihak ini penyekatan dan pengawasan mudik lebaran pada titik penyekatan berjalan optimal.
Pemprov Jabar pun menyiapkan skenario penyekatan dalam melaksanakan larangan mudik lebaran 2021. Petugas akan bersiaga menjaga pintu masuk Jabar, simpul-simpul transportasi dalam rangka menekan mobilitas masyarakat. (R9/HR-Online)
Editor: Dadang