Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),– Kit Maksum (25), seorang pria warga Kampung Rancamaya, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat yang diduga diculik oleh 6 orang tak dikenal telah kembali ke pangkuan istrinya, Selasa (20/4/2021) malam.
Sebelumnya istri Kit melaporkan suaminya tersebut diculik oleh orang tak dikenal yang mengaku sebagai aparat kepolisian.
Ternyata Kit dibawa menginap di sebuah hotel di Bandung oleh orang yang membawanya dari rumah.
Adapun 6 orang yang diduga menculik Kit adalah orang-orang suruhan bos di mana Kit berutang.
“Terkait kabar dari istri saya kalau saya diculik, saya luruskan saya tidak diculik. Itu pernyataan istri saya yang mengira saya diculik, hanya asumsi istri saya,” ujar Kit, Selasa (20/4/2021).
Baca Juga: Mengaku Aparat, Sekelompok Orang Aniaya dan Culik Pria di Tasikmalaya
Kit menuturkan, dirinya hanya dibawa ke hotel di wilayah Bandung. Ia juga mengaku diperlakukan baik oleh orang-orang yang membawanya.
“Alhamdulillah saya tidak apa-apa, tidak dipukul atau yang lainnya, yang ada saya dibawa ke hotel tidur di hotel, dikasih makan oleh 6 orang yang membawa saya dari rumah itu,” ungkapnya.
Kit mengaku tidak mengenal enam orang yang membawanya dari rumah. Namun ia mengetahui keenam orang tersebut adalah bos di mana ia berutang.
“Ternyata yang enam orang itu disuruh sama bosnya yang punya utang sama saya. Bosnya menyuruh 6 orang buat membawa saya itu bukan diartikan saya diculik,” jelasnya.
Saat dibawa dari rumah, Kit bersama enam orang tersebut langsung menuju hotel di wilayah Bandung.
“Saya di hotel dari hari Minggu sampai tadi malam pukul 19.00 WIB, jadi tiga hari di sana,” ucapnya.
Istri Pria yang Diduga Diculik di Tasikmalaya Mengaku Salah Paham
Sementara itu, istri Kit, Vina Suherlantini (20) menjelaskan, awalnya memang ia berpikir suaminya diculik. Lantaran suaminya dibawa dari rumah oleh enam orang tak dikenal.
“Otomatis saya mikir suami saya diculik, hilangnya juga kan 3 hari. Apalagi waktu hilang itu ada yang menelepon minta uang,” katanya.
Menurut Vina, si penelepon saat itu mengatakan, apabila uang sudah masuk melalui transfer bank, maka suaminya bisa pulang.
“Itu saya pas nelpon bilangnya begitu, otomatis kan mikir minta uang itu buat tebusan,” katanya.
Vina mengaku lega setelah suaminya kembali ke pangkuannya. Apalagi saat mendengar cerita sang suami bukannya diculik.
“Ternyata yang saya pikir minta uang tebusan saat suami saya hilang itu ternyata buat DP utang suami saya sama orang lain,” katanya.
Menurut Vina, kasusnya sudah berakhir dengan kekeluargaan. Tujuan Vina dari awal adalah ingin bertemu dengan suaminya.
“Sekarang sudah ketemu, alhamdulilah suami dalam keadaan selamat dan sehat. Jadi intinya ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, sudah jelas pokok permasalahannya apa, nggak kayak kemarin-kemarin kan ngerasa tertekan, nggak tahu di mana suami,” katanya.
Sementara itu, AKP Septiawan Adi Prihartono, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota mengatakan, tidak ada aparat yang terlibat kasus dugaan penculikan tersebut.
“Tidak ada penangkapan terhadap kejadian tersebut, jadi ini tidak diculik kalau menurut pengakuan korban. Hanya saja masalah utang piutang. Jadi intinya tidak ada penculikan, ini hanya miskomunikasi antara suami dan istrinya,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online)
Editor: Ndu