Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Satu hari menjelang masuknya bulan suci ramadan, harga jual daging ayam kampung di wilayah Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melejit.
Kenaikan harga setiap kilogramnya mencapai 60 persen.
Emuh, salah seorang pedagang ayam potong, mengatakan, sejak dua hari terakhir harga jual daging ayam kampung terus merangkak naik.
Pada hari hari biasa, harga jual daging ayam kampung di Kawali paling mahal Rp 40 ribu/kilogram.
“Namun, menjelang ramadan harga jual mencapainya Rp 60 ribu per kilogramnya,” ujar Emuh, Senin (12/4/2021).
Baca Juga: Bupati Ciamis Izinkan Warga Salat Tarawih Berjamaah di Masjid
Ia menyebut, naiknya harga jual ayam kampung lantaran permintaan konsumen banyak, sementara pasokan ayam kampung sedikit, beda dengan ayam ras (broiler dan pejantan).
Meski harga ayam kampung mahal, bukan berarti pedang ayam punya untung besar dari setiap per kilogramnya.
“Sebab harga beli dari tingkat peternak atau penyuplainya juga sudah mahal,” katanya.
Lanjut, Emuh, kenaikan harga daging tidak hanya terjadi pada daging ayam kampung, akan tetapi setiap menjelang ramadan, harga-harga kebutuhan lainnya pun mengalami kenaikan.
Haris salah seorang konsumen mengaku, meski harga daging ayam kampung terbilang mahal, ia tetap membelinya.
“Saya maklumi, memang jelang puasa harga-harga bahan pokok termasuk daging ayam kampung di Kawali merangkak naik,” ungkapnya.
Meski demikian, ia meminta para pedagang tidak menaikan harga dengan semena mena.
“Jangan mentang-mentang banyaknya permintaan dan kurang pasokan, pedagang menjual dengan harga tidak wajar,” katanya.
Pantauan HR Online di pasar Kawali, harga jual daging yang masih terbilang stabil hanya daging sapi saja. Para pedagang menjualnya sekitar Rp. 110.000- 120.000/ kilogramnya. (Edji/R8/HR Online)