Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Beras Cadangan Pangan Pokok Daerah (CPPD) yang merupakan bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat yang diberikan kepada korban banjir di Kabupaten Pangandaran bau saat dimasak.
Para penerima bantuan beras yang gagal panen akibat banjir di Desa Maruyungsari terpaksa mencampurnya dengan beras yang biasa mereka konsumsi.
Sebelumnya Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat mendistribusikan bantuan berupa 44 ton beras CPPD kepada 4.917 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Senin (12/4/2021).
Kepala Desa Maruyungsari H Tusiman mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan beras berdasarkan usulan desa ke Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran saat ada reses dewan di Desa Pamotan beberapa waktu lalu.
“Proses usulan ini sekitar satu bulan dan saat simbolis penerima manfaat sudah mewakili penerimaannya. Beras diserahkan oleh Pak Wagub Jabar melalui Wakil Bupati Pangandaran tanggal 10 April lalu,” kata Tusiman, Rabu (14/4/2021).
Lebih lanjut Tusiman menambahkan, 44 ton beras untuk 4.917 penerima manfaat selesai disalurkan.
“Alhamdulillah kemarin hari Senin (12/4/2021) beres dilakukan pembagiannya ke masyarakat penerima, disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Solihudin,” katanya.
Meski Beras Bantuan Bau, Warga Pangandaran Tetap Berterima Kasih
Sementara penerima bantuan, Yani warga Desa Maruyungsari mengaku sudah menerima bantuan beras yang diberikan karena dirinya gagal panen akibat banjir.
“Saya menerima 25 Kg beras. Memang berasnya kalau dimasak rada bau harus dicampur dengan beras yang biasa dikonsumsi,” kata Yani.
Menurut Yani, beras bantuan yang ia terima berbeda dengan beras yang biasa ia konsumsi. Warnanya sedikit kusam apabila dibandingkan dengan beras yang biasa dikonsumsi.
“Harus dicampur 2 banding 1 supaya tidak bau, kalau berasnya sama seperti yang saya makan. Suma rada bau kalau tidak dicampur,” singkatnya.
Senada dengan itu, Suyitno penerima beras bantuan dari Dusun/Desa Maruyungsari, RT 13 RW 6 mengaku beras yang ia terima juga sedikit bau. Meskipun begitu, Suyitno memakluminya dan tetap berterima kasih.
Suyitno menduga beras bantuan yang diberikan kepada dirinya sudah disimpan terlalu lama, sehingga ketika akan dimasak ada sedikit bau tercium.
“Tapi masih bisa dikonsumsi walaupun ada bau sedikit. Cuma harus dicampur dengan beras yang biasa kita konsumsi kalau pengen baunya hilang,” singkat Suyitno. (Madlani/R7/HR-Online)
Editor: Ndu