Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Jajaran Satgas Covid-19 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, kewalahan mengatasi kerumunan ratusan warga yang mengantri di Bank BNI Banjarsari, Senin (19/4/2021).
Meski petugas sudah membuat sekatan pembatas jarak, namun antrian yang didominasi emak-emak tersebut tetap saja tidak bisa terbendung.
Nampak sejumlah petugas bersikeras mengatur antrian, namun pasukan emak emak ini memang sulit untuk dikendalikan.
Kepala Bank BNI Banjarsari, Sahruli mengatakan, pihaknya mengaku kewalahan dengan antrian emak emak yang sulit untuk diberi pengertian.
“Sebenarnya pihak kami sudah memberikan imbauan kepada warga, agar semuanya tetap mematuhi protokol kesehatan, namun itu mereka ini susah sekali untuk dikasih arahan, baik oleh kami ataupun pihak satgas,” ungkap Sahruli.
Baca Juga: Kerumunan di BNI Terus Berlanjut, GMBI Ciamis Siap Geruduk Satgas
Ia menyebut, Bank BNI Banjarsari akan menyalurkan bantuan sosial BPUM untuk 5.000 KPM yang ada di enam kecamatan, yaitu kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, Pamarican, Purwadadi, Lakbok, serta Mangunjaya dan Padaherang Kabupaten Pangandaran.
Menurutnya, antrian kerumunan warga ini terjadi lantaran ada isu yang menyebar jika bantuan tak segera dicairkan maka akan hangus.
“Padahal itu tidak benar, kami akan melayani hingga semua KPM benar benar menerimanya, sementara saat ini baru sebatas cek pemberkasan (mencocokan data) pembukaan blokir serta verifikasi data,” jelasnya.
Untuk melerai kerumunan ini, Bank BNI Banjarsari telah menyiasatinya dengan cara membagikan kartu antrian untuk pencocokan data.
“Saat ini kami membuka pelayanan hanya 150 antrian dalam satu harinya, nanti untuk proses pencairan bisa melalui ATM,” katanya.
Pantauan HR di lapangan, ternyata masih banyak warga yang menyangka bahwa mereka akan langsung menerima uang bantuan hari itu juga.
Sehingga banyak warga yang sudah antri sejak pukul lima pagi di Bank BNI Banjarsari.
Seperti halnya Sumiati, warga asal Lakbok ini mengaku sudah antri sejak pukul lima pagi.
“Tadinya ingin kebagian antrian lebih awal agar pagi sudah bisa pulang lagi, tapi ternyata antriannya sangat panjang,” katanya. (Suherman/R8/HR Online)
Editor: Jujang