Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita BanjarTanpa Regulasi, Seniman Bayar Listrik Fasilitas Situ Leutik Kota Banjar

Tanpa Regulasi, Seniman Bayar Listrik Fasilitas Situ Leutik Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Imbas belum adanya regulasi yang mengatur pengelolaan wisata Situ Leutik, Kota Banjar Jawa Barat, membuat Pemerintah Desa Cibeureum mengandalkan hasil manggung seniman Kelompok seni Motekar binaan Pemdes untuk membiayai pemeliharaan fasilitas penerangan listrik di lokasi wisata dengan suguhan pemandangan alam tersebut.

Pengelolaan dan Penataan kawasan wisata Situ Leutik Kota Banjar sampai saat ini memang masih terkendala belum adanya regulasi Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengelolaan pariwisata daerah.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Cibeureum Yayan Sukirlan kepada wartawan usai menghadiri acara pisah sambut Danramil 1313 Banjar Mayor Inf. Sugeng di kawasan wisata Situ Leutik, Sabtu (20/3/2021).

“Mau bagaimana lagi, kalau kami membiarkan nanti malah nggak terurus. Jadi, sementara kami mengandalkan hasil manggung kreativitas seni anak-anak Karang Taruna buat bayar listrik,” kata Yayan.

Biasanya lanjut Yayan, untuk kebutuhan membayar fasilitas penerangan listrik tersebut menghabiskan biaya sekitar Rp 100 ribu per bulan. Belum lagi untuk biaya perawatan fasilitas lain yang ada di lokasi wisata.

Namun begitu, Yayan mengaku jika sampai saat ini pihak pemerintah melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata juga ikut membiayai fasilitas perawatan dengan membayar petugas kebersihan yang ada di area wisata Situ Leutik.

“Ada sembilan orang petugas kebersihan yang dibiayai oleh Disporapar. Untuk perawatan fasilitas yang lain memang belum ada,” ujar Yayan.

Untuk itu, kata Yayan, pihak Pemerintah esa meminta kepada Pemkot dan DPRD untuk menyelesaikan regulasi tentang Kepariwisataan agar pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata Situ Leutik tidak terkatung-katung akibat belum adanya regulasi terkait pengelolaan.

Pemdes juga meminta kepada pemerintah kota agar nantinya bisa memperbaiki fasilitas simbol Kujang. Simbol tersebut berada di tempat masuk area wisata dengan bangunan permanen. Saat ini kondisinya sudah mulai rusak karena hanya terbuat dari Bambu.

Yayan menambahkan, dengan adanya regulasi tersebut, ia berharap kewenangan pengelolaan wisata Situ Leutik menjadi jelas. Sehingga tidak lagi menjadi kendala dalam penataan dan pengembangan kawasan wisata Situ Leutik.

“Dengan fasilitas yang ada sekarang saja bisa sampai 100 pengunjung bahkan lebih kalau hari libur. Makanya kami ingin kejelasan pengelolaan dengan regulasi itu biar bisa berkembang,” ujar Yayan.

Regulasi Wisata Situ Leutik Kota Banjar Sudah Masuk Prolegda 2021

Terpisah, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Darah (Bapemperda) DPRD Kota Banjar, Ajat Sudrajat, mengatakan, terkait Raperda Induk Pariwisata Daerah tersebut saat ini sudah masuk agenda Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2021.

Saat ini, lanjut Ajat, DPRD masih fokus menyelesaikan pembahasan LKPJ Kota Banjar tahun 2020. DPRD juga masih menyelesaikan Raperda Pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan dan Raperda tentang Penyediaan, Penyerahan, dan Pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan.

“Sekarang kami masih fokus menyelesaikan Raperda yang ada. Nanti setelah Raperda itu selesai baru kami lanjutkan untuk mengagendakan paripurna Raperda Induk Kepariwisataan Daerah,” kata Ajat Sudrajat. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Aset Pemkab

Warga Bersihkan Aset Pemkab Ciamis yang Terlantar di Cipaku, Begini Respons BPKD

harapanrakyat.com,- Pemkab Ciamis melalui BPKD mengapresiasi inisiatif warga yang membersihkan aset pemerintah di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku. Apalagi sebelumnya lokasi tersebut banyak rumput liarnya.  Kabid...
Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

harapanrakyat.com,- Sikap jujur Ipda Hadiansyah, salah seorang perwira polisi dari Polres Garut, Jawa Barat, patut diapresiasi. Pasalnya, Hadiansyah mengembalikan uang pemudik yang hilang di...
Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

harapanrakyat.com,- Atap ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Sukanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk pada Kamis (3/4/2025) sekitar  pukul 17.45 WIB....
Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang

Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang, 22 Rumah Terdampak

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (3/4/2025) petang kemarin, memicu terjadinya banjir lumpur. Bencana alam tersebut melanda pemukiman warga...
Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran

Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran, Ini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Tim SAR akhirnya menemukan wisatawan asal Kabupaten Garut yang hilang terseret arus Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Setelah dilakukan pencarian dalam kurun...
Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah tuai hujatan pedas dari warganet. Ini merupakan buntut panjang pasca pengakuan Nadin yang menegaskan jika ia menyesal pernah ikut ajang pencarian bakat...