Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Para pemuda Dusun Cipatat, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, gotong royong menata sungai menjadi tempat body rafting, Sabtu (20/3/2021).
Alasan para pemuda setempat menyulap sungai menjadi objek wisata, karena ingin membuka lapangan pekerjaan bagi yang mengangur akibat dampak pandemi Covid-19.
“Ya, kami sedang membersihkan dan merapikan sungai. Nantinya sungai tersebut akan menjadi lokasi wisata body rafting dan bisa bermalam,” kata Lutfi Abah Cungkring, pemuda setempat, Sabtu (20/3/2021).
Selain itu, lanjutnya, dalam mempertahankan kearifan lokal, rencananya di lokasi tersebut akan ada pengembangan dalam segi budaya dan kesenian tradisional. “Seperti kaulinan bahela jeung botram,” imbuhnya.
Baca Juga : Sendang Geulis Kahuripan, Pesona Surga Tersembunyi Cikalong Wetan
Oleh karena itu, para pemuda Dusun Cipatat yang penuh kreatif dan inspiratif ini, memutar otak dengan melihat potensi yang bisa dijadikan wisata alam.
“Jadi, yang mana tadinya sungai kecil dan biasa-biasa saja, kita manfaatkan agar dapat bisa menarik, yaitu menjadi lokasi wisata seperti body rafting,” tuturnya.
Sejauh ini, sekelompok pemuda tersebut terus berusaha dan berproses, untuk menjadikan sungai tersebut sebagai sektor peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Meskipun Lutfi mengakui sampai saat ini belum ada pembicaraan khusus dengan pemerintah setempat, karena masih dalam tahap proses.
Lutfi menambahkan, bahwa tujuan pihaknya yaitu ingin membangun Pokdarwis, meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan pemuda ke arah yang lebih positif.
Selain itu juga, agar bisa dijadikan suatu ciri khas daerah tersebut. Ia juga menyayangkan di daerahnya masih banyak banyak potensi yang tidak tergali dan tereksplor.
Butuh Dukungan Bebagai Pihak untuk Mewujudkan Wisata Body Rafting di Tasikmalaya
Lanjut Lutfi, untuk mewujudkan wisata air tersebut, para pemuda membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Seperti pemerintah dan juga masyarakat setempat.
“Akan tetapi untuk sementara, kami belum melibatkan pemerintah. Pasalnya, belum ada pembicaraan khusus mengenai objek wisata tersebut,” ujarnya.
Sementara terkait dengan anggaran dana, Lutfi mengungkapkan, saat ini belum dicadangkan atau masih seadanya yaitu dari kesadaran para pemuda.
Sedangkan untuk memudahkan dalam proses pembuatan body rafting, pihaknya juga meminta bantuan dan kontribusi dari pemilik tanah di dekat lokasi.
“Dan alhamdulillah juga pemilik tanah dan pemilik kolam ikan dekat lokasi, membantu dan memudahkan dalam proses penataan,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto