Penyebab pembuluh darah pecah bisa terjadi akibat beberapa faktor. Mengenal faktor yang menyebabkan kondisi ini bisa berguna untuk pencegahannya. Bahkan kita bisa memberikan penanganan yang cepat dan tepat sebelum terlambat.
Pecahnya pembuluh darah adalah kondisi yang bisa mengakibatkan gawat darurat hingga mengancam nyawa. Pembuluh darah yang pecah akan berakibat pada keluarnya darah dari sistem sirkulasi dan menyebar ke jaringan atau ruang sekitarnya.
Perdarahan tak hanya terjadi pada bagian dalam tubuh saja, tapi juga hingga keluar bagian tubuh. Ketika perdarahan terjadi tepat di bawah kulit, rembesan darahnya akan terlihat pada permukaan kulit dan tampak seperti memar.
Pecahnya pembuluh darah yang termasuk paling membahayakan adalah ketika terjadi pada organ sekitar jantung (arteri koroner) atau otak (stroke). Hal ini tentu saja bisa terjadi pada siapa saja.
Oleh karena itu sangat penting untuk kita mengenali sejak awal apa saja yang bisa menjadi penyebab pembuluh darah pecah.
Baca Juga : Dampak Virus Corona Bisa Sebabkan Penyumbatan Pembuluh Darah
Faktor Penyebab Pembuluh Darah Pecah
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah ini. Namun kebanyakan kasus ini terjadi akibat cedera. Selain itu, virus dan bakteri juga menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkannya.
Umumnya risiko terjadinya pembuluh darah yang mengalami pecah akan semakin tinggi pada orang tertentu. Seperti pada orang yang memiliki kelainan pembuluh darah dan kondisi tubuh juga tengah mengidap penyakit lain yang berisiko tinggi.
Untuk dapat mengenali gejala-gejalanya, berikut adalah kondisi-kondisi yang bisa menjadi penyebab pembuluh darah pecah yang wajib Anda tahu.
Vaskulitis
Vaskulitis adalah gejala peradangan pada pembuluh darah yang berakibat pada terjadinya perubahan pada pembuluh darah. Berikut beberapa kondisi yang mengindikasikan perubahan pembuluh darah tersebut.
Baca Juga : Jenis Penyakit pada Sistem Peredaran Darah Beserta Gejalanya
- Terjadinya pelemahan hingga pembesaran (aneurisma) dinding pembuluh darah.
- Terjadinya penebalan dinding pembuluh darah hingga penyempitan terhadap jalannya sirkulasi darah.
- Penipisan dinding pembuluh darah hingga menyebabkan kerentanan untuk pecah.
Penyebab dari vaskulitis ini belum diketahui secara pasti. Namun sistem kekebalan tubuh memiliki peran penting dalam kasus ini. Tak jarang, vaskulitis tersebut terjadi akibat adanya alergi yang menimbulkan reaksi pada dinding pembuluh darah.
Hipertensi
Tekanan darah tinggi pada dinding pembuluh darah bisa menjadi penyebab pembuluh darah pecah. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku dan mengalami penyempitan.
Tekanan darah tinggi yang kita biarkan terus menerus akan berdampak pada melemahnya jaringan pembuluh darah dan kemudian menonjol (aneurisma). Aneurisma ini dapat pecah sewaktu-waktu hingga menyebabkan pendarahan yang fatal.
Oleh sebab itu menghindari faktor penyebab hipertensi adalah solusi yang terbaik. Seperti menghindari kebiasaan merokok, menjauhi penyebab diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas, serta rutin berolahraga.
Baca Juga : Manfaat Buah Pisang untuk Kesehatan Tubuh, Otak dan Darah
Petechiae dan Purpura
Kondisi ini adalah istilah untuk pendarahan pada kulit karena berbagai sebab. Baik akibat cedera, reaksi alergi, infeksi darah, gangguan autoimun, kelahiran, dan memar. Ini juga bisa efek samping dari pengobatan, kemoterapi, dan proses penuaan.
Perdarahan Subkonjungtiva
Gangguan yang satu ini merupakan kondisi pecahnya pembuluh darah kecil pada mata. Faktor penyebab terjadinya perdarahan subkonjungtiva ini tidak selalu bisa diketahui.
Namun ada beberapa kondisi umum yang bisa sebagai penyebab pembuluh darah pecah pada sekitar mata. Seperti batuk hebat, bersin yang sangat kuat, dan muntah.
Beberapa penyebab lainnya, yaitu karena adanya cedera pada mata. Ini bisa terjadi akibat benda asing yang melukai mata ataupun karena sering menggosok mata dengan sangat kasar.
Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah istilah pengerasan pembuluh darah arteri oleh adanya penumpukan plak pada pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan atau bahkan tertutupnya jalan pembuluh darah.
Penumpukan plak tersebut terjadi karena tingginya kandungan kolesterol dan lemak dalam darah. Jika plak ini terus mengendap, pembuluh darah akan semakin rapuh dan berisiko mengalami kerusakan hingga pecah.
Plak dalam darah tersebut umumnya tidak terjadi dalam waktu singkat. Namun, seiring pertambahan usia, pembuluh darah juga semakin rentan mengalami penyumbatan akibat plak ini.
Itulah berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab pembuluh darah pecah. Kondisi yang berbahaya ini perlu mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Karena akibat kondisi ini bisa fatal atau mengancam jiwa. (R11/HR-Online)
Editor : Eva Latifah