Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengakui monyet di dua obyek wisata, yakni Astana Gede dan Karang Kamulyan over populasi. Akibatnya monyet-monyet tersebut seringkali mengganggu para pengunjung, bahkan terkadang mencuri makanan dari warung-warung di sekitarnya.
Kepala Dinas Kabupaten Ciamis, H Wasdi meminta BKSDA untuk menindaklanjuti kondisi tersebut. “Kita akui untuk populasi monyet yang berada di dua objek Wisata Ciamis memang sangat over populasi,” ujarnya, Selasa (9/3/2021).
Menurut Wasdi, pihaknya sudah mengirim surat kepada BKSDA Ciamis agar bisa ditindaklanjuti.
“Kami sudah minta baik secara lisan maupun tulisan kepada BKSDA agar monyet di Astana Gede dihilangkan. Sementara di Karang Kamulyan dikurangi,” katanya.
Mengenai teknisnya, Dinas Pariwisata Ciamis menyerahkan sepenuhnya kepada BKSDA.
“Monyet di Astana Gede itu kami minta untuk dihilangkan. Karena Astana Gede ini bukan habitat monyet. Sampai saat ini tidak tahu dari mana awalnya ada monyet di Astana Gede. Sampai monyet beranak pinak dan sekarang over populasi,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wasdi melanjutkan, pihaknya dan BKSDA sudah bertemu dan sama-sama meninjau Astana Gede dan Karang Kamulyan untuk sama-sama mencari solusi.
“Ada upaya agar ada lahan di mana monyet digiring ke suatu tempat. Tapi belum ada lahannya, kecuali ada rumpun bambu yang dibabat,” ungkapnya.
Selain itu, kata Wasdi monyet di dua obyek wisata Ciamis tersebut juga perlu dibatasi geraknya, caranya dengan memotong pohon yang tidak dilindungi.
“Teknisnya bisa dengan cara pohon-pohon yang tidak dilindungi dibabat dulu agar monyet tidak bisa bergelantungan dari satu pohon ke pohon lainnya. Monyetnya bisa turun dan saat itu bisa kita tangkap,” katanya. (Fahmi/R7/HR-Online)
Editor: Ndu