Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dilaporkan dengan tuduhan mencuri kelapa, salah seorang Ketua RT ditahan di Kantor Polisi Sektor (Polsek) Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Untuk mempertanyakan terkait penahanan Ketua RT tersebut, ratusan warga dari Desa Batu Karas, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mendatangi Polsek Cijulang, Jumat (12/03/2021).
Menurut Yaya, salah seorang warga Dusun Sanghiyangkalang, RT. 06/03, Desa Batu Karas, Kacamatan Cijulang, kedatangan warga ke kantor polsek kali ini tiada lain untuk meminta kepada pihak kepolisian Polsek Cijulang agar membebaskan tiga orang yang saat ini ditahan.
“Dari ketiga orang tersebut salah satunya adalah ketua RT dengan tuduhan pencurian buah kelapa di tanah milik PT Relasindo. Ketiga orang itu masing-masing bernama Tahmid, yakni Ketua RT, kemudian Feby dan Yudi,” katanya.
Baca Juga : Tes Swab Pedagang Pasar Cijulang Pangandaran Dijaga TNI-Polri
Lebih lanjut Yaya menjelaskan, Tahmid selaku pemilik pohon kelapa yang ada pada tanah PT tersebut. Mengingat buah kelapa sudah tua, kemudian Tahmid menyuruh Feby untuk memetiknya.
“Ada 100 biji buah kelapa yang Feby petik. Selanjutnya buah kelapa itu dijual kepada Yudi sebagai bandar kelapa. Kemudian, polisi menahan ketiga warga tersebut atas tuduhan pencurian buah kelapa oleh salah satu orang kepercayaan dari PT Relasindo,” terangnya.
Warga Batu Karas Pangandaran Minta Keadilan
Yaya juga mengatakan, dulunya tanah yang kini menjadi milik PT Relasindo itu milik orang tua Tahmid, kemudian dijual. Namun, khusus untuk pohon, baik kelapa maupun pohon lainnya boleh dipanen oleh pemilik tanah awal. Tapi dengan catatan tanahnya tidak dijual.
“Jadi, kedatangan warga Desa Batu Karas ke Polsek Cijulang ini untuk meminta keadilan agar pihak kepolisian membebaskan ketiga orang tersebut. Permasalahannya biar selesaikan tingkat desa saja,” tandas Yaya.
Sementara itu, di Kantor Polsek Cijulang sempat terjadi kegaduhan. Pasalnya, sang pelapor berinisial YL berada dalam kantor polisi. Ratusan warga pun teriak meminta yang bersangkutan keluar.
Meski begitu, situasi tetap kondusif, dan kedua belah pihak antara pelapor dan terlapor sedang mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan. (Ntang/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah