Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kabid Pasar pada DKUKMP Ciamis, Tri Suratno mengatakan, siapapun yang menjadi Ketua HPPC Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, nantinya, agar dapat bersinergi dengan pemerintah.
Sebab, katanya, Himpunan Pedagang Pasar Ciamis (HPPC) ini, merupakan perwakilan untuk menyampaikan aspirasi dan keinginan para pedagang. Selain itu juga, dapat menyelesaikan segala permasalahan yang menyangkut para pedagang.
“HPPC adalah mitra pemerintah. Maka dari itu, kita harus bersinergi dan berkolaborasi dengan baik,” katanya kepada HR Online, Sabtu (13/3/2021).
Lebih lanjut Tri menambahkan, bahwa Ketua HPPC juga harus mempunyai inovasi untuk memajukan pedagang pasar Ciamis, agar tidak kalah bersaing dengan pasar modern.
”Pasar tradisional atau pasar rakyat jangan sampai kalah bersaing dengan pasar modern. Oleh karena itu, inovasi Ketua HPPC harus ada dan dapat memberikan efek positif, untuk mendatangkan masyarakat ke pasar ini,” tuturnya.
Ketua Baru HPPC Ciamis Periode 2021-2024
Sementara pada pemilihan HPPC, Sabtu (13/3/2021), Dodi Daryanto akhirnya terpilih sebagai ketua untuk periode 2021-2024.
Dodi berhasil mengalahkan tiga lawannya dengan perolehan 289 suara. Beda tipis dari rivalnya Dadang Paul Suhendar yakni sebanyak 283 suara.
Ketua Panitia Pemilihan HPPC Kabupaten Ciamis, Agus Yani mengatakan, dalam pemilihan tersebut diikuti sebanyak 4 orang, yang merupakan pedagang di Pasar Manis Ciamis. Antara lain, Dadang Paul Suhendar, Supriyadi, H. Endang Soemarna, dan Dodi Daryanto.
Baca Juga : Harga Cabai Rawit Domba di Pasar Manis Ciamis Makin Pedas
Dalam hasil perhitungan suara, lanjutnya, Dodi Daryanto unggul dengan perolehan 289 suara. Kemudian Dadang Paul Suhendar 283 suara, H. Endang Soemarna mengumpulkan 188, dan Supriyadi sebanyak 95 suara.
“Jumlah hak pilih dalam pemilihan Ketua HPPC ini sebanyak 1.113 orang. Sedangkan yang hadir 866 orang,” katanya Sabtu (13/3/2021).
Agus mengungkapkan, sekitar 20 persen yang tidak menyalurkan hak suaranya, karena yang punya hak pilih tidak ada, atau sudah pulang, jadi kiosnya tutup.
“Tapi dengan hasil tersebut sudah bisa dikatakan sah. Karena, semua suara yang hadir telah terbuka semuanya,” ungkapnya. (Ferry/R5/HR-Online)