Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita NasionalKetok Palu, Libur Maret 2021 Dipangkas

Ketok Palu, Libur Maret 2021 Dipangkas

Berita Nasional, (harapanrakyat.com).- Pengesahan pemangkasan hari libur nasional dan cuti bersama ikut mempengaruhi hari libur Maret 2021.

Sebelumnya, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), pemerintah Indonesia resmi menetapkan pemangkasan hari libur nasional dan cuti bersama.

Perubahan pemangkasan libur tersebut tercantum dalam surat keputusan bersama yang sudah ditandatangani oleh tiga menteri.

Antaralain Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Jumlah hari libur yang seharusnya ada 3 hari, yaitu tanggal 11, 12 dan 14, dipangkas menjadi dua hari saja.

Pemangkasan hari libur di Bulan Maret jatuh pada hari jumat tanggal 12 Maret 2021.

Tepatnya pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. 

Sesuai kesepakatan, Hari libur Maret adalah tanggal 11 Maret 2021, pada Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Kemudia pada tanggal 14 Maret 2021, pada peringatan Hari Raya Nyepi.

Pemangkasan tidak hanya di Bulan Maret saja, tapi semua bulan yang terdapat hari libur nasional dan cuti bersama.  

Sebab Libur Maret 2021 Dipangkas

Mengapa hari libur nasional harus dipangkas?

Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan, mengatakan alasan kenapa hari libur nasional dan cuti bersama dipangkas.

Faktor utamanya adalah untuk mengurangi peningkatan terpaparnya korban Covid 19. Karena biasanya, selepas libur nasional kurva terpapar Covid-19 meningkat. 

Masyarakat akan meluangkan waktu libur untuk piknik bersama keluarganya ke salah satu tempat wisata atau pulang kampung bagi anak rantau yang ingin berkumpul dengan keluarga.

Itu sah-sah saja jika dalam keadaan normal, bukan pada saat pandemi.

Pada saat pandemi, menciptakan kerumunan menjadi salah satu penyebab meningkatnya kurva terpapar covid-19. 

Terlebih jika tidak mematuhi protokol kesehatan, sangat mudah bagi virus untuk menyerang manusia.

Ada seorang yang sehat tidak mengalami keluhan gejala Covid.

Namun sebenarnya positif covid 19 atau terkenal dengan sebutan OTG (orang tanpa gejala). 

Tidak melakukan tes sebelum bepergian karena merasa sehat, kemudian bersentuhan dengan orang lain yang ternyata orang tersebut dalam keadaan imunitas tubuhnya sedang buruk.

Maka orang yang imunnya buruk tadi akan mengalami gejala terpapar covid, dan setelah mengikuti tes ternyata positif.

Terlebih yang terpapar adalah lansia atau orang yang mempunyai penyakit kronis, maka virus ini menjadi bahaya.

Karena hal ini, pemerintah meninjau kembali tentang libur nasional dan cuti bersama.

Menurut Muhadjir setelah libur panjang kasus Covid 19 selalu cenderung meningkat.

Untuk mengurangi peningkatan, pemerintah menetapkan untuk memangkas hari libur nasional dan cuti bersama. 

Namun ada dua hari cuti bersama yang tetap pemerintah pertahankan, yaitu jatuh pada Bulan Mei, atau pada peringatan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kemudian pada Bulan Desember, pada peringatan Hari Raya Natal.

Pertimbangan mengapa pemerintah masih memberikan satu hari libur menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Natal, yaitu agar memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan masyarakat.

Daftar Libur Nasional yang Dipangkas

Muhadjir melanjutkan ada sebanyak lima hari cuti bersama tahun 2021 yang dipangkas. Yaitu cuti bersama peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pada  tanggal 12 Maret 2021.

Peringatan Hari Raya Idul Fitri 1442 hijriah pada tanggal 17 sampai 19 Mei 2021.

Kemudian pada peringatan Hari Natal tanggal 27 Desember 2021.

Sebelum SKB mendapatkan revisi, ada sekitar 7 hari cuti bersama dan setelah revisi hanya ada 2 hari saja

Pemangkasan cuti bersama tercantum dalam Surat Keputusan Bersama Nomor 281 tahun 2021.

Kemudian surat No 1 tahun 2021 tentang perubahan atas keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi.

Surat itu Nomor 642 tahun 2022, No 4 tahun 2020 tentang cuti bersama tahunan dan hari libur nasional. 

Putusan kesepakatan cuti bersama tahun 2021 terungkap dalam rapat koordinasi tingkat menteri tetnang peninjauan SKB cuti bersama tahun 2021, Senin 22 Februari 2021.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyaksikan langsung rapat tersebut.

Tjahjo Kumolo, Ida fauziah dan Nizar Ali kemudian menandatangani hasil rapat tersebut.

(Deni/R4/HR-Online)

Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...
Terseret Arus Sungai Cipalu

Pemancing yang Terseret Arus Sungai Cipalu di Tasikmalaya Ditemukan, Begini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Ratim (42), pemancing yang terseret arus Sungai Cipalu di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025), akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, Jumat...
Misteri Girilawungan di Majalengka.

Misteri Girilawungan di Majalengka, Pemakaman Para Tokoh yang Sarat Sejarah

harapanrakyat.com,- Komplek pemakaman Girilawungan, di Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi banyak tokoh Majalengka. Salah satu tokoh yang...
Nelayan Asal Indonesia

Sugiyanto Nelayan Asal Indonesia Jadi Pahlawan Saat Kebakaran Hutan di Korea Selatan

harapanrakyat.com,- Baru-baru ini nelayan asal Indonesia bernama Sugiyanto menjadi trending topik hingga viral di media sosial. Pasalnya, nelayan tersebut menjadi pahlawan yang paling berjasa...