Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Wakil Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Nana Suryana mengungkapkan, bahwa jumlah penduduk miskin pada tahun 2020 meningkat sebesar 1 persen.
Akan tetapi, menurut Nana, naiknya angka kemiskinan tersebut sesuatu yang wajar. Pasalnya, hampir satu tahun lebih warga masyarakat khususnya pelaku ekonomi, banyak yang terdampak wabah pandemi Covid-19.
“Sehingga aktivitas ekonomi menjadi terhambat, dan imbasnya sektor pendapatan warga masyarakat yang semula berjalan normal secara otomatis juga menjadi menurun. Ya itu, karena dampak dari wabah pandemi ini,” ungkapnya kepada wartawan usai rapat usai Musrenbangkot, di ruang rapat Crisis Center Satgas Covid-19 Kota Banjar, Rabu (24/3/2021).
Baca Juga : Halau Kemiskinan, Dinsos PMD Pangandaran Kembangkan Desa Wisata
Namun demikian, lanjut Nana, meski jumlah penduduk miskin Kota Banjar meningkat dari 5,5 persen menjadi 6,9 persen, namun dari sisi peningkatan ekonomi pemerintah masih bisa bertahan. Dan justru, dari segi pendapatan ekonomi meningkat 1,4 persen.
“Untuk pendapatan ekonomi ada peningkatan. Itu artinya kita sudah berusaha secara maksimal. Akan tetapi, memang perlu ditingkatkan lagi untuk mengurangi angka kemiskinan itu,” ujarnya.
Baca Juga : Musrenbangkot 2022 Kota Banjar Targetkan LPE Naik
Oleh karena itu, sebagai upaya mmengurangi jumlah penduduk miskin tersebut, dalam forum ini pihak pemerintah pada tahun mendatang akan berupaya menarik investor. Selain itu juga pengembangan kewirausahaan sebagai solusi.
“Jadi apa yang menjadi target dalam RKPD ini kita selaraskan menjadi arah tujuan pembangunan Kota Banjar kedepan,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto