Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Jembatan Ampera di Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk akibat bencana banjir pada tahun 2020. Namun, hingga saat ini jembatan tersebut belum juga mendapat perbaikan.
Bahan, kondisi jembatan penghubung antara Desa Cikaso dengan Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis itu semakin memprihatinkan.
Warga setempat pun secara swadaya mengambil sikap untuk membuat jembatan gantung sebagai upaya pemulihan aktivitas perekonomian mereka.
Warga juga mengharapkan adanya langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis, untuk segera memperbaiki Jembatan Ampera yang ambruk tersebut.
“Sebagai masyarakat kami sangat berharap Pemkab Ciamis segera mengambil langkah untuk melakukan perbaikan Jembatan Ampera. Mengingat jembatan ini sangatlah vital untuk memulihkan ekonomi masyarakat pasca terkena musibah banjir 2020 lalu,” kata Ketua Paguyuban Kawasen, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Asep Davi, Jumat (12/03/2021).
Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan rehabilitasi pasca terjadinya bencana banjir itu selain melakukan perbaikan lingkungan, juga sebagai bentuk pemulihan sosial, ekonomi, budaya.
Termasuk untuk pemulihan pelayanan dan kepentingan publik. Tujuannya agar masyarakat segera dapat kembali beraktivitas secara normal dalam kehidupan sehari-hari.
“Jembatan Ampera di Banjaranyar ini adalah sarana penghubung antara Desa Sindangrasa dengan Desa Cikaso. Jadi ini adalah infrastruktur yang sangat vital bagi masyarakat. Namun keberadaannya kini telah luluh lantak diterjang banjir tahun 2020 lalu,” tutur Asep Davi.
Oleh karena itu, warga masyarakat dari dua desa tersebut berharap para pemangku kebijakan bisa lebih objektif dan realistis dalam merumuskan kebijakannya.
Baca Juga : Pondasi Jembatan Ambruk, Akses Dua Desa & Kecamatan di Ciamis Lumpuh
“Semoga tahun anggaran 2021 ini pembangunan Jembatan Ampera masuk dalam APBD Kabupaten Ciamis,” harap Asep Davi.
Pemdes Sindangrasa Ciamis Kerap Usulkan Perbaikan
Sementara itu, Kepala Desa Sindangrasa, Egi Suprayoga Samsu, mengatakan, pihaknya pun berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis bisa lebih memperhatikan dan memprioritaskan perbaikan jembatan tersebut.
“Sebagai pemerintah desa, kami mewakili harapan dari masyarakat tentunya sangat berharap Pak Bupati Ciamis lebih bisa memperhatikan nasib warga kami di sini. Jembatan Ampera ini adalah satu-satunya jalan alternatif warga dalam pengembangan ekonomi,” uangkapnya.
Egi mengaku, usulan demi usulan dalam Musrenbangdes mengenai perbaikan Jembatan Ampera di Banjaranyar, tepatnya di wilayah desanya, sudah pihaknya lakukan pasca terjadinya bencana banjir 2020.
Namun, usulannya itu tidak pernah terealisasikan hingga Jembatan Ampera ambruk. Karena itulah, pihaknya saat ini sangat berharap Bupati Ciamis mau mendengar keluhan warganya.
“Kami pun sebagai pemerintah desa tidak harus bolak-balik mengusulkan. Baik secara langsung melalui proposal maupun saat Musrenbang,” pungkas Egi. (Suherman/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah