Cara inreyen motor baru tentu tidak boleh sembarangan. Sebab, ada cara tersendiri untuk inreyen motor baru yang paling tepat dan benar. Jika Anda baru saja membeli kendaraan baru maka Anda harus menerapkan langkah-langkah inreyen yang tepat berikut ini.
Inreyen sendiri merupakan langkah agar komponen mesin pada kendaraan baru bisa saling menyesuaikan. Proses ini penting agar motor bisa Anda kendarai tanpa muncul masalah di masa depan. Bahkan inreyen juga mampu memperpanjang usia pemakaian komponen mesin.
Baca Juga: Cara Memasang Handgrip Motor, Tingkatkan Kenyamanan Pengguna
Tujuan lainnya yaitu untuk membersihkan mesin dari sisa-sisa serpihan logam dari perakitannya. Selain itu, proses ini juga berfungsi untuk membantu pengendara beradaptasi dengan motor baru. Karena itu sangat penting untuk melakukan inreyen pada kendaraan baru Anda.
Cara Inreyen Motor Baru yang Tepat
Dalam melakukan inreyen, Anda juga tidak boleh sembarangan selama mengendarainya. Sebab, cara inreyen yang salah malah bisa memberikan dampak buruk pada mesin. Misalnya yaitu membuat komponen mesin mudah rusak dan tidak awet sehingga pastinya merugikan.
Karena itu, sangat penting untuk melakukan inreyen dengan cara yang tepat dan benar. Lalu bagaimanakah caranya yang paling tepat? Nah, berikut adalah cara inreyen kendaraan roda dua yang paling tepat untuk Anda terapkan:
Panaskan Motor Terlebih Dahulu
Sebelum melakukan inreyen, maka Anda harus memanaskan kendaraan terlebih dahulu. Sebelum mengendarai motor untuk pertama kalinya, Anda bisa memanaskannya 5 hingga 10 menit. Meskipun terlihat cukup remeh namun sebenarnya memanaskan mesin ini sangatlah penting.
Sebab, jika motor langsung Anda gunakan berkendara maka akan menyiksa komponen di dalamnya. Pasalnya sebagian mesin belum dipanasi sebelumnya dan tidak terlapisi pelumas secara sempurna. Karena itu cara inreyen motor baru yang pertama ini sangat penting Anda lakukan.
Jangan Membawa Beban yang Terlalu Berat
Selama proses inreyen kendaraan pastikan untuk tidak memberi beban yang terlalu banyak. Artinya lebih baik jika Anda hanya mengendarainya sendirian, tidak membonceng siapa pun. Sebab, beban terlalu berat akan membuat mesin bekerja lebih keras selama masa adaptasi.
Lakukan inreyen Selama Beberapa Hari atau Mencapai jarak 500 Kilometer
Proses inreyen kendaraan sebaiknya Anda lakukan selama beberapa hari atau mencapai 500 KM. Selama masa inreyen tersebut maka komponen pada mesin akan mulai beradaptasi. Termasuk untuk membiasakan ban dengan aspal dan menghilangkan lapisan lilin hingga grip.
Cara Inreyen Motor Baru dengan Menjaga RPM dan Kecepatan Agar Tidak Terlalu Tinggi
Selama inreyen maka Anda harus menjaga dan memperhatikan kecepatan larinya. Pada 500 km pertama sebaiknya jangan mengendarai motor dengan kecepatan yang tinggi. Sebab hal tersebut akan memaksa mesin yang belum sepenuhnya siap sehingga bisa memperpendek usianya.
Baca Juga: Penyebab Oli Motor Cepat Habis, Solusi, Ciri dan Efeknya
Sebaiknya Anda memutar gas secara perlahan sehingga oli bisa tersebar secara merata pada mesin. Lalu jangan mempercepat motor secara tiba-tiba hingga kecepatan yang tinggi. Sebab hal tersebut bisa membuat gesekan antara mesin dan mempercepat kerusakan komponennya.
Kemudian pastikan menjaga RPM di bawah 6.000 dengan kecepatan kurang dari 80 km/jam. Selama berkendara, lakukan perpindahan gigi secara halus agar kopling bekerja optimal. Selain itu, sebaiknya Anda juga harus menghindari melakukan pengereman secara mendadak.
Ganti Oli Setelah Mencapai 1.000 km Pertama
Cara inreyen motor baru selanjutnya yaitu mengganti oli setelah motor mencapai 1.000 km pertama. Fungsinya yaitu untuk menghilangkan partikel sisa yang muncul akibat gesekan antar mesin. Oli yang baru dan bersih pastinya juga akan lebih baik untuk komponen mesin motor.
Uji Performa Kendaraan Setelah Selesai Inreyen
Proses inreyen bisa dikatakan benar-benar selesai setelah melewati dua kali ganti oli. Setelah itu barulah Anda bisa menguji performa maksimal dari motor baru Anda tersebut. Setelah selesai inreyen Anda tidak perlu ragu untuk memacu kendaraan hingga kecepatan maksimal.
Baca Juga: Penyebab Tenaga Motor Seperti Tertahan Saat Berkendara
Sebab setelah inreyen, komponen mesin semakin presisi dan mampu bekerja optimal. Sehingga Anda sudah bisa memacu motor dengan kecepatan maksimum dan menguji performanya. Namun pastikan untuk tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan selama melakukannya.
Itulah beberapa cara inreyen motor baru yang paling tepat dan juga benar. Setelah melewati masa inreyen, maka Anda bisa menggunakan kendaraan seperti biasa sesuai kebutuhan. Jangan lupa pula untuk melakukan perawatan motor secara berkala untuk menjaga performanya. (R10/HR-Online)