Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pengelolaan mitigasi bencana di daerah wisata akan menjamin wisatawan datang ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Apalagi jika sertifikasi hotel dan restoran memenuhi standar mitigasi saat gempa bumi dan tsunami.
Koordinator bidang mitigasi gempa bumi dan tsunami BMKG pusat Daryono mengatakan, mitigasi bencana di tempat wisata menjadi peluang positif terhadap perkembangan pariwisata di Pangandaran.
“Kita ambil contoh di Bali itu rawan bencana tsunami, tapi karena ada sertifikasi hotel dan restoran, mereka bisa menjamin pegawainya yang kerja di sana,” kata Daryono di sela kegiatan Sekolah Lapang Geofisika 2021, di Aula Desa Pananjung, Senin (22/3/2021).
Baca Juga: Pangandaran Rawan Bencana, BMKG Gelar Sekolah Lapang Geofisika
Lebih lanjut Daryono menambahkan, mitigasi cara penyelamatan menjadi nilai tawar yang cukup tinggi di bidang pariwisata. Apalagi ketika hotel menjamin bangunan yang aman gempa, memiliki rambu evakuasi, memiliki titik kumpul, dan jalur-jalur penyelamatan.
“Ada peringatan dini, ada latihan-latihan, sehingga bisa dikeluarkan sertifikasi itu oleh Pemda, ketika hotel tersebut memajang sertifikat tersebut maka dampaknya tamu yang datang dari luar negeri banyak memilih hotel yang bersertifikat,” jelas Daryono.
Menurut Daryono, hotel-hotel yang memiliki sertifikasi mitigasi bencana tsunami laris, terbukti dengan banyaknya tamu yang datang..
“Jadi Amerika Barat, Hawaii, New Zealand tempatnya bencana gempa dan tsunami, tapi pariwisata di sana tetap eksis karena mereka sanggup mewujudkan jaminan keselamatan dan mitigasinya,” ungkap Daryono.
Daryono menyebutkan, tidak ada daerah rawan bencana lantas pariwisatanya mati dan sepi. Karena semuanya tergantung bagaimana mengelola wilayah yang rawan bencana menjadi nilai tawar dan memiliki peluang untuk memancing wisatawan.
“Berbeda dengan daerah rawan yang memiliki tanggap bencana tersebut akan memancing wisatawan datang karena aman dan tidak perlu merasa khawatir,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)
Editor: Ndu