Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Warga terdampak bencana harus mendapatkan perhatian dan perlindungan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap daerah-daerah yang rawan bencana.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, H. Tatang, mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya pun telah melakukan rapat kerja dengan BPBD Ciamis membahas penanganan bencana yang terjadi.
“Penanganan bencana harus segera dilakukan, terlebih di lokasi yang terdampak. Bahkan, pihak BMKG juga terus melaporkan beberapa wilayah di Kabupaten Ciamis, seperti Kawali dan Panawangan, masih terus terjadi bencana saat hujan hujan melanda,” ujarnya, kepada HR Online, Senin (08/02/2021).
Lanjut Tatang, pemerintah kabupaten juga memerintahkan kepada BPBD Ciamis untuk segera melakukan pendataan. Sehingga, dapat diketahui berapa jumlah warga yang terdampak bencana. Baik yang ada di Kawali maupun Panawangan, dan daerah lainnya yang rawan bencana.
Hal tersebut untuk mempermudah pihak pemerintah ketika melakukan relokasi pada lokasi bencana supaya tidak sampai terjadi korban jiwa. Maka dari itu, sosialisasi tentang bahaya bencana harus terus dilakukan.
Bahkan, kata Tatang, secara psikologi warga masyarakat yang terdampak bencana terganggu, sehingga harus terus mendapatkan bimbingan.
“Pemerintah kecamatan dan desa bisa melakukan pendekatan kepada warga guna memberitahukan mengenai bahaya bencana,” kata Tatang.
Baca Juga : Pergerakan Tanah di Ciakar Ciamis Berujung Bencana Longsor
BPBD Kabupaten Ciamis Bentuk Tim
Terkait dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Dadang Darmana, mengatakan, untuk penanganan bencana, pihaknya sudah bentuk tim yang nanti tugasnya mendata dan melaporkan dampak bencana yang terjadi.
Selain itu, tim tersebut juga memantau lokasi yang rawan bencana secara intens, agar ketika ada kejadian bisa segera melaporkan dan memberitahukan warga yang terdampak.
“Pendataan warga terdampak bencana terus kita lakukan untuk mengetahui jumlah. Dengan begitu, nantinya ketika bantuan datang bisa tepat sasaran,” jelasnya.
Dadang menambahkan, untuk mengetahui lokasi tersebut akan terus terjadi bencana susulan, tentunya pihak BMKG terus melakukan penelitian. Baik lokasi bencana yang ada di Kawali maupun Panawangan.
Sebab, bila terus terjadi bencana maka semua warga yang terdampak harus meninggalkan lokasi. Jangan sampai memaksakan diri untuk terus tetap tinggal. Lebih baik menghindar setelah BMKG menetapkan lokasi tersebut berbahaya. (Es/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah