Kabar hoaks beredar seputar meninggalnya Ustadz Maheer at Thuwailibi. Dalam suatu unggahan di media sosial disebutkan Ustadz Maheer meninggal setelah suntik Vaksin Covid-19.
Dalam satu unggahan di Facebook, sebuah akun menulis, “Utdz Maheer At-Thuwailibi meninggal karena disuntik vaksin Si Novac Cina, oleh Polisi Komunis Indonesia (PKI).”
Unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang menjelaskan Ustadz Maheer meninggal di Rutan Polri akibat suntikan vaksin.
Faktanya, kabar tersebut merupakan kabar yang keliru. Kematian Ustadz Maheer telah diumumkan pihak kepolisian. Penyebab kematiannya adalah karena sakit yang diderita Ustadz Maheer.
Baca Juga: Ustad Maaher Meninggal di Tahanan Mabes Polri Karena Sakit Usus
Namun pihak Kepolisian tidak mengumumkan secara gamblang sakit yang diderita Ustadz Maheer.
“Saya tidak bisa mengungkapkan sakitnya apa, karena ini sensitif. Berkaitan dengan nama baik keluarga dari almarhum,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Selasa (9/2/2021) lalu.
Sementara itu sebelumnya, keluarga juga menyebutkan Ustadz Maheer sudah lama menderita penyakit usus. Akibat penyakitnya tersebut Ustadz Maheer harus mengonsumsi obat secara rutin.
Namun lantaran kondisinya saat itu berada di tahanan, diduga Ustadz Maheer tidak mengonsumsi obat tersebut. Bahkan saat berada di tahanan Ustadz Maheer sempat kambuh dan dirawat di Rumah Sakit. (R7/HR-Online Editor: Ndu)