Transponder atau TP satelit Indonesia C-Band baik itu Palapa D ataupun Telkom 4, terus mengalami perubahan. Sehingga, tentunya dengan perubahan satelit milik Indonesia ini, membuat masyarakat yang memakai parabola menjadi bingung.
Bahkan, tidak sedikit channel televisi Indonesia yang tadinya ada siarannya, karena berubahnya TP atau frekuensi tersebut, kini menjadi hilang.
Sedangkan bagi orang awam akan dunia persatelitan, dengan hilangnya siaran TV ini akibat berubahnya frekuensi tersebut, banyak yang mengira parabola atau receivernya rusak.
Seperti halnya kasus saat TP satelit milik Indonesia yang C-Band yaitu Telkom 1 yang saat itu tidak berfungsi. Ketika itu, Telkom 1 tersebut mengalami kerusakan dan akhirnya pindah ke Telkom 3s.
Baca Juga: Channel Indosiar & SCTV Hilang di Parabola C-Band, Ini Solusinya
Sehingga tentunya siaran yang ada pada Telkom 1 seperti Trans 7 atau Trans TV menjadi hilang. Belum lagi dari Telkom 3s pindah ke Telkom 4 belum lama dilakukan, yang juga sama membuat masyarakat awam menjadi lebih bingung.
Selain itu, kasus serupa juga terjadi pada satelit Palapa D yang terjadi belum lama ini. Yaitu, siaran televisi pada Palapa D mendadak hilang. Hal tersebut dikarenakan frekuensi channel TV pada Palapa D migrasi atau pindah ke Telkom 4.
Sebetulnya, masyarakat Indonesia tidak hanya menangkap siaran atau sinyal dari Telkom maupun Palapa saja. Melainkan, satelit yang lain juga bisa didapatkan, seperti Asiasat 5 yang paling banyak diburu, Thaicom 5 dan masih banyak lagi.
Bahkan, tidak sedikit yang memasang parabola dengan lebih dari 2 LNB, bisa 3 bahkan 5 sekaligus. Hal itu tujuannya untuk menangkap satelit lain selain milik Indonesia.
Daftar Frekuensi atau TP Satelit Indonesia Terbaru 2021
Seperti kita ketahui, bahwa Indonesia sendiri memiliki dua satelit C-Band yaitu Palapa D dan Telkom 4. Adapun orbit dari kedua satelit tersebut berbeda, sehingga pengguna parabola di Indonesia sering memasang 2 LNB. Yaitu satu untuk Telkom dan satunya lagi buat satelit Palapa.
Selain itu, sebagai informasi bahwa meski dalam 1 satelit namun channel TV antara yang satu untuk frekuensinya ada yang sama juga ada yang berbeda-beda.
Sementara untuk pengguna parabola berjaring atau berukuran besar, umumnya memakai LNB C-Band, yang menangkap Palapa D serta Telkom 4.
Sedangkan untuk parabola berukuran kecil atau langganan, memakai LNB jenis Ku-Band. Meskipun untuk parabola besar juga sebenarnya bisa menggunakan Ku-Band, namun memerlukan keahlian dalam memasangnya.
TP Satelit Indonesia Palapa D Terbaru 2021
Sebelum mengalami masalah, penghuni dari satelit yang satu ini tidaklah sedikit. Seperti RCTI, MNCTV, TV One, Kompas TV, Indosiar, SCTV dan channel terkenal lainnya.
Baca Juga: Sinyal Parabola Hilang Baik Telkom dan Palapa, Ternyata Ini Penyebabnya
Namun, akhir-akhir ini sebagian besar siaran televisi Indonesia yang menghuni Palapa D pindah ke Telkom 4. Bukan hanya siaran FTA atau gratisan, siaran berlangganan seperti K-Vision, Nex Parabola dan lainnya juga ikut bermigrasi. Selain TV berlangganan pindah ke satelit lain, namun juga masih ada di satelit lainnya yang Ku-Band
Sementara menurut sumber lainnya, bahwa pada tahun lalu satelit ini pernah diganti. Namun sayangnya satelit tersebut gagal orbit, dan belum tahu kapan yang baru akan mengorbit menggantikan yang lama.
Sehingga, salah satu caranya agar stasiun televisi tetap bisa menayangkan siarannya, maka mereka berbondong-bondong pindah ke satelit yang lain.
Supaya tidak penasaran channel mana saja yang masih menghuni satelit Indonesia ini, berikut TP atau frekuensinya.
Nama Channel | Frekuensi | Polaris | Sym Rate |
Metro TV Kompas TV U Channel Digdaya TV | 3880 4080 3880 4080 | Horizontal H Horizontal H | 29900 28125 29900 28125 |
Sementara untuk transponder Palapa D lainnya antara lain sebagai berikut:
Nama Channel | Frekuensi | Polaris | Sym Rate |
JTV ATV | 3880 3880 | Horizontal H | 29900 29900 |
TP Satelit Indonesia Telkom 4 Terbaru 2021
Sehingga dengan banyaknya channel televisi Indonesia yang bermigrasi ke satelit nama lain dari Merah Putih ini, tentu kini menjadi buruan banyak orang.
Sebagai contoh MNC Grup yang terdiri dari RCTI, MNC TV dan Global TV. Kemudian, Kompas TV dan Metro TV yang ada di Palapa D, ternyata juga ada di Telkom 4. Selain itu, siaran emak-emak yang demen nonton “Ku Menangis” yaitu Indosiar dan SCTV juga ikut pindah.
Berikut ini TP atau frekuensi terbaru dari satelit Indonesia Telkom 4:
Nama Channel | Frekuensi | Polaris | Sym Rate |
Insan TV K-Drama TVRI Nasional JAK TV Elshinta TV TVRI Sport Nusantara TV FTV | 3720 3720 3926 3824 3720 3926 3720 3720 | Horizontal H Horizontal H Horizontal H Horizontal H | 32727 32727 4000 32727 32727 4000 32727 32727 |
TP satelit Indonesia yakni Merah Putih lainnya sebagai berikut:
Nama Channel | Frekuensi | Polaris | Sym Rate |
Kompas TV TV 9 Nusantara Insan TV Sinema Indonesia ANTV K-Drama KTV | 3720 3776 3720 3720 3850 3720 3720 | Horizontal Vertikal Horizontal H Horizontal H H | 32727 1700 32727 32727 6000 32727 32727 |
Selain TP dari satelit milik Indonesia yakni Telkom 4 di atas, masih ada juga channel atau siaran televisi lainnya, seperti:
Nama Channel | Frekuensi | Polaris | Sym Rate |
Trans TV Trans 7 Rajawali TV SCTV Indosiar TV One | 3890 3908 3949 4015 4015 4174 | Horizontal H Vertikal Horizontal H Horizontal | 6000 3200 4333 7400 7400 6000 |
Cara Mencari Sinyal Parabola
Jika sudah mengetahui frekuensi dari channel televisi tersebut, maka Anda bisa memasukkannya dengan cara manual, atau bisa juga dengan melakukan scan otomatis pada receiver.
Akan tetapi, yang paling efektif agar sinyal dari frekuensi tersebut bisa terlihat, maka caranya adalah dengan memasukkan TP yang ada di atas.
Sementara, jika setelah Anda memasukkan TP satelit Indonesia baik Telkom maupun palapa D tersebut namun masih tetap tidak ada sinyal, maka bisa jadi arah parabola belum benar. Sebab, selain frekuensi yang benar, arah parabola juga sangat menentukan kuantitas dari sinyal.
Maka dari itu, sebaiknya jika arahnya sudah tepat dengan kuantitas sinyal yang kuat, maka lekas dikencangkan baut parabola.
Baca Juga: Tips Dapatkan Telkom 4 Dengan Mudah untuk Parabola C-Band
Sehingga, jika tertiup angin atau terkena goyangan tidak akan mengubah arah dari parabola tersebut. Pasalnya, berbeda dengan parabola langganan yang kecil, untuk parabola jaring berukuran besar sangat riskan goyah.
Selain itu, ada kalanya sewaktu-waktu TP satelit Indonesia baik itu Telkom 4 atau Palapa D bisa berubah. Sehingga, jangan aneh jika ada channel yang hilang, bisa jadi karena frekuensinya baru. (Adi/R5/HR-Online)