Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Seseorang yang sudah vaksin masih terpapar Covid-19, potensi tersebut bisa saja terjadi lantaran orang yang telah disuntik vaksin Sinovac bukan berarti mereka kebal dari serangan virus Corona.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat, dr. Andi Bastian, terkait adanya pasien positif setelah mengikuti vaksin.
Namun, ia menegaskan bahwa berdasarkan rekomendasi dari BPOM, vaksin yang ada sekarang ini aman dari segi efikasi maupun kehalalannya.
“Jadi, meski sudah disuntik vaksin seseorang masih bisa berpotensi untuk terpapar,” kata dr. Andi Bastian, usai menghadiri peresmian RSUD Asih Husada Langensari, Kota Banjar, Selasa (23/02/2021).
Ia juga menjelaskan, ketika seseorang yang sudah mendapatkan suntik vaksin masih terpapar virus Corona, perlu melihat lagi jarak waktunya ketika terpapar dan saat pemberian dosis vaksin.
Karena, untuk pemberian dosis vaksin harus dua kali dosis dengan interval 14 sampai 28 hari. Paling cepat penyuntikan dosis keduanya 14 hari, dan paling lambat pada hari ke 28.
Selama penyuntikan dosis kedua belum tercapai dalam waktu 28 hari sejak penyuntikan dosis pertama, maka titer antibodi yang ada belum bekerja secara maksimal. Sehingga, risiko untuk terpapar masih ada.
“Tergantung hari keberapa seseorang terpapar setelah mendapatkan vaksin. Karena semakin akhir jaraknya saat terpapar, kekebalan yang terbentuk juga semakin besar,” jelasnya.
Lebih lanjut dr. Andi Bastian mengatakan, dengan vaksinasi, dari segi efikasi belum 100 persen bisa menjamin seseorang terbebas dari virus Corona. Tapi minimalnya ketika terpapar seseorang sudah memiliki antibodi dalam tubuhnya.
Baca Juga : Belum Divaksin, 2 Orang Nakes di Kota Banjar Positif Covid-19
Kadinkes Kota Banjar Ingatkan Disiplin Prokes
Sehingga dengan antibodi itu, maka setelah melewati hari ke 28 pasca menerima dosis kedua, tingkat kekebalan tubuhnya semakin tumbuh dan kuat untuk melawan virus. Atau melawan penyakitnya ketika terpapar.
“Jadi pasti ada bedanya antara yang sudah vaksin dengan yang tidak. Minimal sudah memiliki kekebalan untuk melawan serangan virus,” katanya.
Kekebalan antibodi itu, kata dr. Andi Bastian, misalnya ketika terkena serangan virus Corona tidak dalam keadaan penyakit berat. Atau yang seharusnya bergejala ringan menjadi tanpa gejala, hingga mengurangi risiko kematian.
Untuk itu, penting melakukan proses vaksinasi. Namun, yang tak kalah penting untuk mendukung upaya memutus penyebaran virus Corona ini harus dibarengi dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan.
“Terpenting setelah vaksin itu tetap melaksanakan protokol kesehatan. Karena selain kekebalan tubuh, tujuan vaksinasi ini untuk memutus penyebaran virus Corona,” tandas Kepala Dinkes Kota Banjar, dr. Andi Bastian. (Muhlisin/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah