Sejarah Perang Badar mengisahkan peristiwa pada tanggal 17 Ramadhan di tahun kedua Hijriyah atau 17 Maret 624 Masehi. Perang Badar ini ada di dalam sejarah Islam yang perlu umat muslim ketahui. Dengan mengetahui sejarah Islam tersebut, maka bisa memahami bagaimana perjuangan umat muslim dalam melawan kaum kafir.
Sejarah Perang Badar dalam Islam
Kata Badar asalnya dari nama sumber mata air di antara Madinah dan Mekah. Perang Badar ini melibatkan 314 kaum muslimin yang melawan kaum kafir Quraisy dengan jumlah lebih dari 1.000 pasukan.
Baca Juga: Sejarah Fathu Makkah, Pembebasan Kota Makkah dari Quraisy
Meski kalah jumlah, namun kaum muslimin berhasil mengalahkan musuh atas kuasa Allah SWT. Penjelasan ini ada di QS Ali Imran ayat 123-124.
Penyebab Perang Badar
Sejarah Perang Badar ini bisa tercetus karena ketidakadilan yang kaum kafir Quraisy lakukan. Awalnya umat muslim melakukan perjalanan hijrah bersama Rasulullah SAW menuju Madinah.
Dalam perjalanan hijrah tersebut, umat muslim meninggalkan harta bendanya di Mekah. Mengetahui hal itu, kaum kafir Mekah mengambil harta benda tersebut dan menjualnya ke Syam.
Ketika Rasulullah SAW mendengar laporan soal tindakan dzalim tersebut, lantas memerintahkan 313 umat muslim untuk mencegatnya di sekitar kawasan Badar.
Akan tetapi, upaya pencegatan tak berjalan mulus, sebab pimpinan pelaku yakni Abu Sufyan bin Harb meminta bantuan pasukan di Mekah hingga 950 orang.
Dari yang awalnya pencegatan berubah jadi peperangan. Awal peperangan ada tiga orang dari kaum muslim yang melawan tiga orang dari pasukan kafir Quraisy.
Umat muslim dalam awal sejarah Perang Badar tersebut yaitu Ali bin Abi Thalib, Ubaidah bin Harist, dan Hamzah bin Abdul Muthalib. Sementara orang dari kaum kafir ialah Walid bin Utbah, Utbah bin Robi’ah, dan Syaibah bin Robi’ah.
Perjalanan Perang Badar
Dari peperangan kecil tadi, umat muslim berhasil mengalahkan musuh. Namun tak berhenti di situ saja karena terjadi perang besar antara umat muslim dan kaum kafir Quraisy yang jumlahnya ribuan.
Meski kalah jumlah, namun umat muslim tidak pantang menyerah. Rasulullah SAW menyusun strategi perang dengan formasi rapat dan menguasai sumur untuk memutus pasukan air ke orang kafir.
Baca Juga: Asal Usul Air Zam Zam, Punya Banyak Keistimewaan
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengawali perang dengan pertempuran jarak jauh. Sedikit demi sedikit pasukan kafir Quraisy tewas dan kabur. Umat muslim juga berhasil ambil rampasan senjata, unta, kuda, hingga perniagaan kaum kafir.
Pada sejarah akhirnya, Perang Badar ini dimenangkan oleh umat muslim. Dampak dari peperangan ini, posisi Islam di Madinah jadi semakin kuat.
Hikmah Perang Badar
Dalam Perang Badar, ada hikmah tersendiri yang bisa umat muslim ambil. Adapun beberapa hikmahnya ialah sebagai berikut.
Doa dan Tawakal
Dalam Perang Badar ini memperlihatkan sikap tawakal kepada Allah SWT sehingga bisa mengalahkan musuh. Selain tawakal, umat muslim juga mengajarkan doa dengan sungguh-sungguh.
Bekal ini bisa menjadi bukti bahwa umat muslim sangat yakin adanya pertolongan dari Allah SWT. Keyakinan terhadap Sang Pencipta inilah yang membuat umat muslim meraih kemenangan meski jumlah pasukan sangat jauh selisihnya.
Meluruskan Niat
Hikmah lainnya dari sejarah Perang Badar yaitu meluruskan niat. Dalam hal ini, sebenarnya Rasulullah SAW maupun kaum muslim tidak menginginkan adanya peperangan.
Namun bagaimanapun itu, perang tak bisa dihindari dan sudah jadi ketetapan Allah SWT. Kendati demikian, perang ini sebenarnya bertujuan untuk mempertahankan ajaran agama Islam.
Walau dengan jumlah pasukan yang sedikit, Rasulullah SAW sangat percaya adanya pertolongan dari Allah SWT dan tetap berani untuk melawan musuh. Kemenangan kaum muslimin ini pada akhirnya menegakkan agama Islam.
Keteguhan Hati
Hikmah ini sebenarnya juga jadi salah satu faktor yang menyebabkan kemenangan kaum muslimin dalam Perang Badar. Keteguhan hati dan kekuatan dzikir kepada Allah SWT terlihat jelas dalam peristiwa Perang Badar.
Baca Juga: Sejarah Qurban dan Aqiqah, Berbeda Tujuan dan Waktu
Dalam Perang Badar, umat muslim juga senantiasa sabar dan ikhlas menghadapinya. Atas arahan Rasulullah SAW, strategi umat muslim pun berhasil mengalahkan kaum kafir sebagaimana salah satu wujud kuasa Allah SWT.
Sejarah Perang Badar sudah semestinya tidak umat muslim lupakan begitu saja. Perang Badar ini memperlihatkan betapa gigihnya kaum muslim dalam melawan kaum kafir Quraisy yang sudah berbuat dzalim. (R10/HR-Online)