Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruSejarah Pengakuan Tionghoa Indonesia dan Kondisi Kehidupannya

Sejarah Pengakuan Tionghoa Indonesia dan Kondisi Kehidupannya

Sejarah pengakuan Tionghoa Indonesia terukir jelang kemerdekaan. Pengakuannya berkaitan dengan peran BPKI (Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Hal ini lantaran badan tersebutlah yang mengakuinya secara sah. 

Baca juga: Sejarah Tionghoa di Indonesia, Kedatangan, Konflik hingga Hubungan

Tak bisa kita pungkiri bahwa etnis China sudah menyebar luas di nusantara. Keberadaannya memiliki kesamaan struktur dengan warga pribumi asli. Hal inilah yang memasukan pengakuannya ke undang-undang.

Sejarah Pengakuan Tionghoa Indonesia Jelang Kemerdekaan

Di buku yang judulnya Tionghoa Indonesia dalam Krisis (1994: 23), Charles A. Coppel mengungkapkan bahwa orang Tionghoa di nusantara sudah jadi warga negara Indonesia yang sah. Agar bisa resmi menjadi WNI, bangsa asing harus memenuhi syarat pengakuan sesuai undang-undang yang berlaku.

Tidak berhenti di situ saja, Charles juga mengungkapkan bahwa kata asli bukan hanya berarti pribumi, asal dan tempat kelahiran, melainkan juga pengertian sejati dan murni. Lalu untuk istilah asing dan WNI termasuk masalah intens yang awalnya dari arti hukum berlebihan.

Dulu WNI berarti keturunan asing. Bahkan orang Belanda seringkali disebut sebagai Timur Asing. Karena hal itu, pengakuannya memiliki sejarah panjang sebelum kemerdekaan.

Sejarah pengakuan Tionghoa ini saat BPKI merancang undang-undang di bulan terakhir Jepang menjajah Indonesia. Lebih tepatnya di bulan Agustus 1945.

Hasil Penelitian Charles A. Coppel

Melalui riset (1994: 24), Charles menjelaskan bahwa keturunan China di nusantara adalah orang China. Hal ini berlaku apabila berperan sebagai anggota maupun bergabung dengan masyarakat China lainnya

Dalam penelitiannya terkait sejarah pengakuan Tionghoa Indonesia, ada beberapa hasil yang terlihat. Salah satunya ialah seseorang bisa dinyatakan sebagai orang China apabila memiliki penamaan keluarga dengan nama China.

Baca juga: Sejarah Kerusuhan Mei 1998, Penjarahan Toko-Toko Tionghoa yang Disorot Dunia

Selain itu, untuk membuktikan apakah orang China itu asli atau bukan, bisa mengandalkan pemerintah. Hal ini karena pemerintah Indonesia saja yang bisa mengidentifikasinya.

Menurut penelitian tersebut, selama tahun 1960-an, ada banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang tak berperan sebagai anggota keluarga China. Justru sebaliknya, mereka merasakan jadi orang Indonesia asli.

Untuk peristiwa dalam sejarah pengakuan Tionghoa Indonesia tersebut, mereka masih jadi orang China. Hal ini lantaran pemerintah Indonesia yang hanya bisa menetapkan status kewarganegaraannya.

Perjanjian Indonesia dan Cina

Seiring berjalannya waktu, ada perjanjian antara Indonesia dan China. Tepatnya pada tahun 1955 ketika Presiden Soekarno menyetujui perjanjian dwi kewarganegaraan.

Dalam perjanjian tersebut, etnis China boleh memutuskan sendiri untuk jadi WNI (Warga Negara Indonesia). Kendati demikian, dalam praktiknya memerlukan waktu yang lama.

Dengan alasan tersebut, banyak etnis China yang masih tercatat jadi warga negara Tiongkok. Hal ini sesuai dengan ius sanguinis Tiongkok yang ada di luar negaranya tetap jadi warga negaranya.

Kondisi Etnis Cina di Era Pemerintahan Soeharto

Saat memasuki era kepresidenan Soeharto, etnis China tak bisa bebas dalam ruang politik maupun kebudayaan. Momen dalam sejarah pengakuan Tionghoa Indonesia ini terlihat dari adanya Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967.

Melalui Instruksi Presiden tersebut, terungkap bahwa aktivitas etnis China di nusantara semakin terbatas. Meski awalnya hanya ingin menyeimbangkan asimilasi kebudayaan etnis Cina saja, namun nyatanya berupaya untuk menghilangkannya.

Dalam buku berjudul Identitas dan Kenikmatan, sosiolog Ariel Heryanto menyebut bahwa rezim orde baru (orba) di bawah pemerintahan Soeharto melakukan sejumlah pelarangan budaya lebih dari 3 dekade. Soeharto juga merilis Surat Edaran No.06/Preskab/6/67.

Baca juga: Sejarah Peh Cun, Budaya Tionghoa dengan Makna Mendalam

Surat edaran ini berisikan bahwa etnis China harus ubah namanya jadi nama yang berciri khas nusantara. Langkah ini diambil karena ada sentimen tersendiri terhadap etnis Cina pasca peristiwa G30S PKI.

Perekonomian Etnis Cina di Indonesia

Meskipun lemah dalam hal politik dan kebudayaan, namun etnis China mengalami peningkatan pesat di sektor perekonomian. Tepatnya di akhir 1960-an setelah mendapatkan peluang dari pemerintah Indonesia sebagaimana dalam catatan sejarah pengakuan Tionghoa.

Bahkan dalam akun Instagram @rmol.id mengungkap bahwa etnis China di nusantara saat ini tak lebih dari 5%. Akan tetapi, etnis China tersebut mampu menguasai 50% perekonomian di tanah air.

Lalu di akun Instagram @kadin.indonesia.official menyebut bahwa China adalah salah satu mitra dagang terpenting bagi Indonesia. Karena hal itu, perannya di sektor perekonomian sangatlah penting.

Baca juga: Phoa Keng Hek, Tionghoa Pendiri ITB yang Terlupakan Sejarah

Dari uraian di atas, tentu sudah bisa memahami bagaimana sejarah pengakuan Tionghoa Indonesia. Etnis China yang menyebar luas di nusantara memiliki peranan penting tersendiri. Meski lemah dalam hal politik dan budaya, namun sektor perekonomiannya patut mendapatkan pujian. (R10/HR-Online)

Cara Mengaktifkan Notifikasi Prioritas Apple Intelligence di iPhone

Cara Mengaktifkan Notifikasi Prioritas Apple Intelligence di iPhone

Notifikasi Prioritas Apple Intelligence jadi salah satu inovasi terbaru di iPhone. Sebagaimana yang kita tahu, iPhone termasuk ponsel berkelas dan tak pernah berhenti berinovasi....
Cara Pasang PP Guard Facebook, Jaga Keamanan Foto Profil

Cara Pasang PP Guard Facebook, Jaga Keamanan Foto Profil

Cara pasang PP Guard Facebook mungkin sedang Anda butuhkan saat ini. Facebook adalah salah satu media sosial terbesar di dunia, namun sayangnya, foto profil...
Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...