Penyebab vape meledak dan dampak yang ditimbulkan penting untuk diketahui, khususnya bagi mereka pengguna vape atau rokok elektrik, meskipun kejadian vape meledak terbilang langka.
Penggunaan rokok elektrik sempat menjadi topik panas karena vape berpotensi bisa meledak serta melukai orang. Tentunya hal ini menjadi kekhawatiran bagi para pengguna vape atau “vaping”.
Sebagian orang beranggapan kalau rokok elektrik bisa menjadi alternatif yang lebih sehat dari rokok tradisional. Meskipun tetap ada yang mengandung nikotin.
Baterai yang terbakar atau bahkan hingga meledak terjadi dalam beberapa kasus. Terutama setelah dimodifikasi sendiri.
Agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya pengguna rokok elektrik memahami lebih dalam mengenai penyebab dan dampaknya jika vape meledak.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa hal yang berpotensi vape meledak, berikut dengan dampaknya bagi manusia.
Baca Juga: Geekvape, Perusahaan Inovator Terkemuka Brand E-Cigarette
Kenali Penyebab Vape Meledak Berikut Dampaknya
Sambungan Baterai ke Vape
Tidak ada bedanya dengan baterai lainnya, yang mana baterai pada rokok elektrik (baterai mod vape) juga punya batasan suhu. Maupun daya yang bisa diambil dari perangkat tersebut dengan aman.
Jika sebuah perangkat dibuatnya dengan cara-cara yang kurang atau bahkan tidak tepat, kemungkinan besarnya akan gagal. Hal ini bisa menjadi penyebab vape meledak.
Baterai untuk rokok elektrik biasanya menggunakan baterai jenis lithium-ion atau Li-On. Jenis baterai tersebut bisa meledak atau terbakar apabila penggunaannya tidak tepat. Hal itu karena adanya sambungan baterai ke pengisi dayanya.
Jika baterainya terlalu panas ketika proses pengisian daya, maka dapat menimbulkan terjadinya reaksi berantai sebagai penyebab kebocoran cairan.
Kondisi tersebut mengakibatkan baterai semakin panas, menyala, atau bahkan hingga meledak. Tentu saja hal ini akan menyebabkan baterai mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Aegis Boost Pro Usung Quadra Vaping System
Kegagalan Baterai
Penyebab vape meledak yang berikutnya bisa terjadi akibat kegagalan dari baterai itu sendiri. Kit dan vape untuk vaporizer bertenaga baterai terkadang punya masalah kegagalan.
Kemudian terbakar atau meledak. Terutama karena baterai belum memenuhi syarat standar keamanan secara konsisten dan kuat.
Seperti halnya menggabungkan dengan merek baterai yang berbeda, memakai baterai baru dengan baterai yang lama secara bersamaan. Atau bisa juga akibat menggunakan baterai dengan level daya yang berbeda.
Cara Mencegah Agar Vape Tidak Meledak
Jika kamu sudah mengetahui penyebab vape meledak, maka pastikan pula kamu sudah memahami rekomendasi pabrik untuk penggunaannya. Termasuk perawatan untuk perangkat vape.
Apabila vape yang kamu miliki tidak disertai dengan instruksi, atau jika kamu punya pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya hubungi saja pabrikannya.
Berikut ini beberapa cara untuk mencegah agar vape tidak meledak;
Baca Juga: Bahaya Vape Bagi Anak-anak, Orang Tua Wajib Tahu!
Pertama, isi daya rokok elektrik kamu pada permukaan yang rata dan bersih. Jauh dengan benda-benda yang gampang terbakar. Kemudian, lindungi vape dari kondisi suhu yang ekstrim. Caranya, jangan meninggalkan vape di tempat yang dapat terpapar sinar matahari secara langsung, atau dalam mobil.
Cara selanjutnya yaitu jangan sampai baterai kamu biarkan terlalu lama terisi. Pelajari pula cara mengemas baterai dan perangkat dengan aman ketika perjalanan pesawat atau udara.
Jangan lupa ganti atau rutin menguji aki menggunakan multimeter. Selain itu, ganti dan uji alat penyemprot dan kumparan secara teratur. Kemudian, untuk memeriksa proses penarikan daya kamu harus menguji perangkat mod mekanis.
Uji Perangkat Daya
Penyebab vape meledak dan cara mencegahnya bisa kamu lakukan dengan cara menguji perangkat pengisi daya yang kamu gunakan. Pastikan pula baterai dengan kompatibel yang tengah diisi.
Baca Juga: Sekali Saja Menghirup Asap Vape, Risiko Serangan Jantung Meningkat
Kamu juga harus menghindari hantaran arus pendek baterai ketika berada dalam perangkat, dan tentukan kapasitas baterai antara mili, Ampere, jam, atau mAh.
Pastikan pula laju pelepasan yang kamu uji lebih rendah daripada laju pelepasan secara maksimum. Selanjutnya ganti baterai apabila dalam keadaan basah atau bahkan rusak.
Selain itu, jangan sampai menonaktifkan fitur untuk keselamatan perangkat, seperti lubang ventilasi atau kunci tombol api. Hal ini dirancang guna mencegah baterai meledak akibat terlalu panas.
Kemudian, gunakan baterai untuk perangkat vape sesuai rekomendasi. Jangan sampai menggabungkan baterai bawaannya dengan merek baterai yang berbeda level dayanya. Atau baterai baru dan lama kamu pasang bersamaan.
Cara yang terakhir agar vape tidak meledak yaitu jangan membiarkan baterai vape bersentuhan secara langsung dengan benda-benda yang permukaannya berbahan logam. Itulah beberapa penyebab vape meledak dan dampaknya terhadap manusia, serta cara untuk menghindarinya. (Eva/R3/HR-Online)