Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- MA PK Yaba Al Maarif Bojongkantong Kota Banjar menggratiskan seluruh siswa dari berbagai iuran sekolah, seperti bangunan maupun SPP.
Sekolah yang berdiri sejak tahun 2002 silam ini selain membuka jurusan IPA dan IPS, juga memiliki program unggulan untuk siswa-siswinya, baik di bidang kewirausahaan maupun bidang teknologi informasi.
Ketua Yayasan Anak Bangsa, Jaki Mubarok, menjelaskan, penggratisan sekolah tersebut tiada lain untuk mempermudah masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di jenjang SLTA.
Meski begitu, pihaknya menjamin kualitas dan mutu pendidikan di lembaga naungannya itu bisa bersaing, bahkan ketika para alumninya sudah terjun ke masyarakat.
“Kita hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Kesempatan ini tentunya menjadi kabar baik bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi dari tingkatan SLTP,” terangnya kepada Koran HR, Selasa (23/2/2021).
Baca juga: Hari Jadi Ke-18 Kota Banjar Momentum Bangkit Dari Pandemi
MA PK Yaba Al Maarif Perjuangkan Pendidikan Murah
Sekolah yang berdiri sejak 19 tahun ini, lanjut Jaki, terus mempertahankan apa yang menjadi perjuangan para pendirinya, yakni salah satu keturunan KH Ahmad Zuhdi yang bernama Drs Mastur Assadat.
Ia menceritakan, harapan besar dari pendiri adalah bagaimana caranya menciptakan lembaga pendidikan yang murah, namun berkualitas. Hal itu karena zaman dulu untuk sekolah penuh perjuangan, apalagi dengan jaraknya yang jauh.
“Artinya murah di sini kan banyak faktor, baik dari jaraknya dengan masyarakat maupun dari segi pembiayaannya. Alhamdulillah sekolah kita bisa mencapai itu. Kalau dulu kita mau sekolah kan jauh, nah sekarang sudah ada dan dekat,” imbuhnya.
Maka dari itu, MA PK Yaba Al Maarif sejak berdiri mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar, apalagi saat ini juga bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti penyalur tenaga kerja di Tasikmalaya ke Polandia dan Jepang serta Perguruan Tinggi di Bandung.
Bahkan, siswa yang berasal dari luar daerah Banjar bisa sambil mengenyam pendidikan agama di Ponpes Roudlotul Huda 2 Kota Banjar. Sehingga untuk masalah asrama sudah tersedia.
Akreditasi A
Sementara itu, Wakasek Kesiswaan, Nasihin, juga mengatakan hal senada. Ia menyebut sekolahnya yang berstatus akreditasi A dua kali berturut-turut ini terus mengalami peningkatan, baik dari kuantitas siswa maupun kualitas pendidikannya.
Bahkan, sebagaimana nama PK dalam nama sekolahnya ini yang berarti Program Keterampilan, pihaknya terus berupaya menciptakan siswa agar bisa mandiri setelah lulus sekolah.
“Tentu saja ini bukan hal mudah. Tapi itu sudah menjadi komitmen kami agar para siswa nantinya bukan hanya memiliki kemampuan dan terampil sehingga terserap di pekerjaan, namun bisa menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)