Lupus eritematosus sistemik atau SLE (systemic lupus eritematosus) merupakan salah satu penyakit autoimun. Dimana kondisinya dikatakan kronis multisistemik.
Sebagian besar wanita dalam usia reproduktif yang memiliki resiko cukup besar terserang. Penyakit yang satu ini memiliki manisfestasi klinis.
Selain itu, perjalanan penyakit dan prognosis yang cukup beragam. Penyakit autoimun tersebut juga bisa terjadi akibat beberapa faktor.
Sebut saja imunologis, genetik, hormonal, dan lingkungan berperan utama dalam patofisiologi SLE. Sebaiknya anda lebih tahu sebenarnya apa penyakit yang satu ini dan bagaimana penanganannya.
Lupus eritematosus sistemik terjadi pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh manusia. Seharusnya sel pertahanan melindungi tubuh, namun ini sebaliknya.
Justru sel pertahanan tersebut menyerang tubuh itu sendiri. Lupus menjadi salah satu penyakit yang mematikan pada jenis yang satu ini.
SLE menjadi salah satu jenis penyakit berbahaya dan sulit untuk disembuhkan. Namun, tidak ada salahnya anda lebih mengenal penyakit autoimun yang satu ini.
Baca Juga : Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Autoimun, Wajib Dihindari
Ada gejala yang bisa ditimbulkan dengan berbagai penyebab. Sebaiknya ketika seseorang telah menderita penyakit tersebut segera berikan penanganan yang tepat.
Hal ini bertujuan agar penyakit tidak semakin parah, bahkan hingga menimbulkan kematian. Segera bawa ke dokter khusus penanganan penderita lupus jenis SLE.
Penyebab dan Gejala Lupus Eritematosus Sistemik
Penyakit autoimun memang cukup beragam, ada yang masuk dalam kondisi ringan hingga kronis. Salah satu yang banyak terjadi yaitu penyakit autoimun bernama lupus.
Lupus itu sendiri adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada sebagian besar organ tubuh. Misalnya sendi, paru-paru, kulit, jantung, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah.
SLE merupakan jenis penyakit lupus yang banyak diderita sebagian besar orang. Kondisi ini bisa timbul dari tahap ringan hingga kronis, bahkan merenggut nyawa.
Ketika seseorang menderita lupus eritematosus sistemik, sebaiknya segera mendapatkan penanganan dokter khusus dan ahli. Berikut ini ada beberapa gejala yang bisa ditimbulkan beserta penyebabnya.
Baca Juga : Penyebab Penyakit Autoimun, Jenis dan Gejalanya yang Wajib Diwaspadai
Gejala Penyakit SLE
Ketika seseorang menderita penyakit lupus eritematosus sistemik atau yang biasa disebut dengan SLE, ada gejala yang terjadi. Penderita lupus akan mengalami beberapa tanda-tanda setelah mengidapnya.
Salah satu yang terjadi yaitu mengalami serangan sel antibodi dalam tubuh diri sendiri. Selain itu, ada banyak organ yang bisa terserang, termasuk ginjal, saraf, dan masih banyak sistem organ dalam tubuh lainnya.
Tiap orang jika menderita penyakit tersebut memiliki gejala yang berbeda-beda. Faktor yang mempengaruhinya yaitu usia, penyakit bawaan, riwayat medis, hingga kondisi secara menyeluruh.
Tidak hanya itu saja, gejala yang timbul pun bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Namun, ada beberapa gejala yang khusus dan pasti terjadi. Anda perlu mewaspadainya dengan cepat. Beberapa gejala tersebut antara lain:
- Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
- Nyeri sendi, bengkak, atau tubuh kaku
- Sakit kepala
- Rambut rontok
- Radang selaput paru-paru atau sesak napas
- Gagal ginjal dan darah tinggi
- Terdapat bintil merah pada bagian tubuh yang terkena matahari
Penyebab Penyakit Lupus SLE
Baca Juga : Penyakit Kanker Darah, Jenis, Gejala dan Penanganannya
Penyebab lupus eritematosus sistemik cukup beragam. Ada yang hadir dari faktor internal hingga eksternal. Dari faktor internalnya, penyakit ini karena genetika yang menimbulkan kecenderungan anomali pada sistem antibodi dan menyerang bagian jaringan tubuh itu sendiri.
Sehingga membuat kondisi autoimun ini disebut dengan penyakit turunan. Sedangkan untuk dari faktor eksternalnya, penyakit SLE berkaitan erat dengan gaya hidup dan kondisi manusia itu sendiri.
Faktor ini berarti serangkaian atau penyebab yang merangsang zat antibodi untuk menyerang tubuh. Beberapa penyebab eksternal penyakit ini antara lain stress berlebihan, penggunaan obat, bahkan sinar UV.
Sehingga seseorang yang sering terkena sinar UV dan tinggal pada area kumuh juga bisa terserang penyakit lupus. Selain itu, jenis kelamin bahkan hormon juga bisa menjadi penyebab SLE.
Sebagian besar orang yang beresiko tinggi terkena lupus yaitu wanita. Bahkan wanita juga bisa mengalaminya semakin buruk saat kondisi hamil dan menstruasi. Hal ini tentu saja harus anda waspadai.
Hormon estrogen pada wanita itu bisa menimbulkan penyakit lupus eritematosus sistemik. Sehingga mengakibatkan resiko terserang lebih tinggi. (R11/HR-Online)