Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Jembatan Gantung Bantarkidang yang dibangun 34 tahun lalu di Dusun Cigugur, Desa Campaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akan tetap dirawat dan diabadikan.
Tokoh masyarakat Desa Cigugur, Ateng Jaelani, mengatakan, warga tidak akan membongkar jembatan gantung tersebut. Meskipun saat ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah membangun jembatan permanen.
“Jembatan gantung ini akan kami abadikan dan akan tetap merawatnya untuk dijadikan kenang- kenangan. Nanti jembatan ini akan kita portal agar kendaraan roda dua tidak bisa masuk. Jadi, hanya pejalan kaki yang bisa melewatinya, atau warga yang berniat foto selfie,” terang, usai peresmian Jembatan Bantarkidang yang permanen, Senin (08/02/2021).
Baca juga : Penantian 34 Tahun, Akhirnya Jembatan Bantarkidang Pangandaran Dibangun Permanen
Lebih lanjut Ateng Jaelani, mengatakan, jembatan gantung Bantarkidang ini sangat bersejarah bagi masyarakat Desa Campaka. Karena, selama 34 tahun masyarakat memanfaatkannya sebagai akses penyebrangan.
“Jembatan gantung ini memiliki lebar kurang dari 2 meter. Warga masyarakat memanfaatkannya selama 34 tahun. Jadi sayang kalau dibongkar begitu saja. Makanya kita akan tetap merawatnya,” katanya.
Kedepan, jika ada masyarakat atau siapa saja yang ingin berfoto atau mencoba melewatinya akan diminta bayaran seikhlasnya. Kemudian, uangnya akan warga simpan untuk biaya perawatan Jembatan Gantung Bantarkidang.
“Potensi untuk dijadikan tempat berfoto ria sepertinya ada. Karena saya sebagai orang yang paling dekat dengan lokasi jembatan itu sering melihat masyarakat, terutama para pendatang, berhenti di jembatan hanya untuk mengambil foto atau foto selfie,” pungkas Ateng Jaelani. (Cenk/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah