Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Menjelang perayaan hari raya Imlek yang akan jatuh pada tanggal 12 Februari mendatang, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Banjar, Jawa Barat, terpantau stabil.
Menurut keterangan Sekretaris DKUKMP Kota Banjar, Neneng Widya Hastuti, berdasarkan hasil pemantauan harga di pasar Banjar per 8 Februari ini masih terpantau stabil. Hanya saja beberapa komoditas kebutuhan pokok dan sembako saja yang mengalami kenaikan.
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang terjadi di Pasar Kota Banjar tersebut menurutnya tidak terlalu signifikan dan masih dalam kategori batas kewajaran karena hanya naik dikisaran harga Rp 1500-2000.
“Hasil pemantauan harga bahan pokok di Pasar Banjar Kota Banjar hari relatif stabil. Adapun beberapa komoditi yang mengalami kenaikan karena fluktuasi harga di pasaran bisa turun dan naik.” Kata Neneng kepada HR Online, Senin (8/2/21).
baca juga: Jelang Imlek, Patung Dewa di Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis Dibersihkan
Harga Kebutuhan Pokok yang Naik di Banjar
Adapun sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga tersebut, diantaranya harga cabai rawit merah dari sebelumnya Rp 78 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar Rp 2 ribu.
Kemudian cabai merah keriting dari sebelumnya Rp 60 ribu menjadi Rp 67 ribu per kilogram. Berikutnya, bawang merah dari sebelumnya Rp 25 ribu menjadi Rp 27 ribu per kilo gramnya.
Selanjutnya, untuk kedelai impor dari harga sebelumnya Rp 9500 per kilogram sekarang menjadi Rp 11 ribu per kilogramnya. Terakhir harga daging ayam juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogramnya.
“Secara umum dari pantauan kami sejauh ini harga kebutuhan pokok masih stabil. Kalaupun terjadi kenaikan tingkat kenaikannya rata-rata hanya di kisaran Rp. 2 ribu saja,” terang Neneng.
Neneng menambahkan, terkait faktor yang menjadi penyebab kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti cabai dan bawang merah tersebut menurutnya karena faktor cuaca buruk yang mempengaruhi hasil produksi.
Sedangkan untuk kenaikan harga kedelai karena faktor keterbatasan atau keterlambatan pengiriman. Sementara untuk harga daging ayam sesuai dari harga eceran tertinggi.
“Kami dari Dinas KUKMP selalu melakukan pemantauan untuk mengawasi kestabilan harga pasar,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online)
Editor: Muhafid