Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Dinding penahan tebing sungai Ciroas yang berada di RT 5/18 Lingkungan Pangadegan, Kelurahan Hegarsari, Kota Banjar, Jawa Barat, ambruk terkikis air sungai Ciroas yang saat ini arusnya dalam keadaan deras.
Dinding tersebut ambruk dengan panjang sekitar 20 meter hingga menyebabkan jembatan dan sebuah komplek pemakaman keluarga yang berada di lokasi tersebut retak-retak ikut terkikis arus air.
Salah seorang Ketua RT di lingkungan setempat yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian, Edi Syamsudin, menuturkan, peristiwa ambruknya dinding penahan tebing sungai Ciroas tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurutnya, ambruknya tebing dinding penahan sungai tersebut karena kondisi arus air yang begitu deras.
Ditambah lagi cuaca hujan yang turun akhir-akhir ini cukup tinggi sehingga menyebabkan kontruksi tanah menjadi labil.
“Tadi pagi kejadiannya. Dinding penahan sungai tiba-tiba saja ambruk ke dalam sungai,” kata Edi kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).
Akibatnya lanjut Edi, dinding penahan tebing, rusak, komplek pemakaman keluarga dan jalan cor jembatan di area tersebut mengalami retak-retak dan berpotensi membahayakan warga yang melintas serta mengancam pemukiman penduduk.
Ia pun merasa khawatir jika kembali turun hujan arus air sungai yang mengalir menjadi deras sehingga akan mengikis bagian dinding penahan tebing sungai.
“Kami khawatir nanti kalau hujan turun bagian tebing dan jembatan ikut terkikis. Semoga bisa mendapat perhatian dan secepatnya diperbaiki,” ujar Edi.
Baca Juga: Tak Ada Angin dan Hujan, Rumah Warga di Kota Banjar Ambruk
Dinding Penahan Sungai Ambruk, Pemkot Banjar Turun Tangan
Terpisah, Lurah Kelurahan Hegarsari, Krisdianto, membenarkan adanya kejadian dinding penahan tebing Sungai Ciroas yang ambruk tersebut.
Selain itu, pihaknya juga sudah menerima laporan dari warga setempat maupun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar.
“Iya. Ada dinding penahan sungai yang ambruk. Tadi saya sudah menerima laporan dari warga dan BPBD,” kata Krisdianto.
Selanjutnya, kata Krisdianto, pihaknya bersama BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas PUPRKP dan Pemerintah Kota untuk penanganan antisipasi agar tidak sampai terjadi ambruk susulan.
Selain itu, pihak Kelurahan juga akan mengajak warga setempat untuk penanganan bersama dengan cara membuat tebing penahan sementara.
“Sekarang ini kita rencanakan untuk membuat dinding penahan sungai sementara. Untuk dinding penahan secara permanen kami juga mengupayakan itu,” ujar Krisdianto. (Muhlisin/R8/HR Online)
Editor: Jujang