Benda antariksa jatuh ke bumi mulai menjadi perbincangan hangat masyarakat berbagai pelosok Indonesia belum lama ini. Peristiwa meteor jatuh serta dentuman yang terdengar dari sejumlah wilayah Indonesia menjadi suatu hal yang orang kaitkan dengan objek yang berasal dari luar angkasa.
Lantas bagaimana sebenarnya peristiwa terjadi dan apakah benar peristiwa tersebut berasal dari antariksa?
Fenomena Benda Antariksa Jatuh ke Bumi
Banyak peristiwa yang menjadi topik hangat dalam waktu dekat, mulai dari peristiwa meteor yang jatuh ke bumi serta suara-suara misterius yang warga dengar.
Hal-hal tersebut menjadi peristiwa yang mereka kaitkan dengan kejadian luar angkasa atau itu merupakan benda yang jatuh dari antariksa. Apakah benar demikian?
Mengutip LAPAN, bumi seringkali mengalami berbagai fenomena, seperti kejatuhan benda-benda dari luar angkasa. Jumlah benda-benda tersebut pun bukan lagi sedikit, melainkan tak terhitung banyaknya. Bahkan benda yang jatuh tersebut juga merupakan peristiwa alami dan ada pula yang merupakan buatan manusia.
Baca Juga: Teleskop Terbesar di Dunia Milik China Ini Berhasil Mendeteksi Sinyal Antariksa
Penjelasan LAPAN
Rhorom, peneliti dari Pusat Sains Antariksa LAPAN (Lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional) mengungkapkan jika benda antariksa jatuh ke bumi tersebut dapat berupa meteor, komet, atau asteroid.
Ukurannya bervariasi, ada yang kecil hingga berukuran raksasa. Sementara itu, terdapat benda yang jatuh dari langit karena proses buatan manusia, seperti satelit dan juga komponennya.
Pada suatu proses peluncuran satelit, terdapat berbagai macam komponen yang berhubungan dengan proses tersebut. Semuanya adalah benda ciptaan manusia yang bisa saja menumpuk dalam lingkungan antariksa sekitar planet ini.
“Di atas bumi terdapat lebih dari 20 ribu benda luar angkasa yang mengelilinginya. Ukurannya mulai dari 10 cm, 5 cm, dan sebagainya,” ucap Rhorom menjelaskan melalui Live Instagram, 17 Februari lalu.
Kemudian ia menjelaskan lebih lanjut mengenai benda antariksa jatuh ke bumi berupa satelit saat melakukan aktivitas mengorbit. Aktivitas tersebut mengandalkan gaya gravitasi bumi.
Saat orbitnya terlalu rendah, maka akan terjadi proses pengereman. Hal ini biasa terjadi dan sebagai hambatan atmosfer, kemudian dapat mengurangi kecepatan dari objek dan terdapat kemungkinan dapat jatuh ke bumi.
Meskipun demikian, bukan berarti jika para ilmuwan tidak berpikir tentang permasalahan tersebut. Sampah antariksa tersebut terjadi karena satelit yang mengorbit memang sudah terlalu banyak.
Kemudian Rhorom mengungkapkan jika orbit-orbit yang satelit lakukan rendah, mereka mengharapkan setelah selesai bekerja bisa kembali ke bumi. Tentu dengan bahan bakar yang cukup agar benda antariksa jatuh ke bumi tak lagi menjadi sampah antariksa.
“Jika orbitnya tinggi, maka dapat ditentukan berapa jarak kilometer dari orbit tersebut. Jadi, dapat pindah ke atas. Itu adalah tempat sampah satelit berada, pada orbit yang cukup tinggi,” ucapnya.
Baca Juga: Satelit Luar Angkasa dari Kayu Jepang, Kurangi Sampah Antariksa
Apakah Benda Jatuh Antariksa itu?
Benda jatuh antariksa merupakan benda dari luar angkasa yang masuk ke atmosfer planet kita dengan jarak ketinggian kurang dari 120 km. Terdapat benda yang habis terbakar pada atmosfer, ada pula yang sampai ke permukaan bumi.
Pada awalnya, benda antariksa jatuh ke bumi tersebut hanyalah berasal dari fenomena alam. Namun, setelah para ilmuwan dari negara-negara maju melakukan peluncuran roket, benda yang jatuh tersebut juga bisa berasal dari peristiwa buatan.
Benda buatan yang jatuh tersebut adalah sampah antariksa yang tidak lagi berfungsi. Meteorit berasal dari batuan yang ada dalam tata surya. Biasanya adalah benda yang berasal dari pecahan komet, asteroid, atau batuan tata surya yang lain.
Saat benda tersebut masuk ke dalam atmosfer bumi dan terbakar, maka terjadi fenomena meteor. Saat benda tersebut mencapai ke permukaan bumi disebut dengan meteorit. Waktu jatuh dan lokasi meteorit tak bisa orang perkirakan (meteor sporadis).
Selain itu, terdapat hujan meteor yang munculnya dari arah-arah tertentu. Peristiwa ini karena masuknya debu atau partikel sisa komet yang berukuran kecil sehingga habis terbakar hanya dalam kurun waktu sekejap.
Jadi, benda antariksa jatuh ke bumi beragam, ada proses alami yang biasanya menjadi suatu fenomena langka atau rutin tiap tahun terjadi. Ada pula yang berupa puing-puing sampah antariksa yang sudah tak terpakai lagi. (R10/HR Online)