Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita PangandaranAKM SD dan SMP di Pangandaran Diundur

AKM SD dan SMP di Pangandaran Diundur

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kementerian Pendidikan Nasional telah memutuskan untuk tidak lagi menyelenggarakan ujian nasional maupun ujian sekolah. Namun demikian untuk mengukur kompetensi sekolah tingkat dasar, baik SD maupun SMP digelar Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Sayangnya, pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum tingkat SD dan SMP tahun 2021 diundur sampai bulan September-Oktober mendatang.

Kasi SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Supri, mengatakan, Kementerian Pendidikan telah memutuskan pelaksanaan AKM mundur.

“Kami dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran padahal sudah menyiapkan segala sesuatunya. Persiapan sarana dan prasarana juga sudah selesai. Namun Kementerian memutuskan untuk menunda pelaksanaan AKM,” kata Supri, Selasa (9/2/2021).

Menurut Supri, pada dasarnya Asesmen Kompetensi Minimum sama dengan Asesmen Nasional. Keduanya merupakan program pemerintah untuk mengukur mutu pendidikan secara nasional. 

“Asesmen kompetensi umum atau asesmen nasional memiliki tiga instrumen yakni pertama  asesmen kompetensi minimum atau AKM yang di dalamnya termasuk pengukuran literasi. Kedua survey karakter dan yang ketiga adalah survey lingkungan,” terangnya.

Supri menjelaskan, AKM digelar untuk kelas 5 SD dan kelas 8 SMP. Namun, pelaksanaanya akan digelar secara acak.

“Artinya tidak semua murid, baik SD kelas 5 ataupun SMP kelas 8 mengikuti AKM. Karena AKM ini bukan mengukur kemampuan individu, melainkan mengukur kompetensi sekolah,” katanya.

Penerapan AKM di Kabupaten Pangandaran, menurut Supri, sudah direncanakan dan dipetakan dengan jelas. 

“Hanya saja pelaksanaannya nanti pada bulan September-Oktober waktunya berbeda-beda, baik tingkat SD maupun tingkat SMP,” jelasnya.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Pangandaran saat ini tercatat ada 284 SD dan 52 SMP. Dari jumlah total sekolah tersebut, penerapan AKM dipastikan secara acak.

“Tidak semua murid kelas 5 SD ataupun kelas 8 SMP mengikuti AKM. Namun yang akan mengikuti hanya siswa yang telah ditunjuk sebelumnya oleh pihak sekolah,” tandasnya. (Entang/R7/Koran-HR)

Editor: Ndu

Jalur selatan Garut padat sejak pagi

Jalur Selatan Garut Padat Sejak Pagi, Arus Wisata dan Arus Balik Mendominasi

harapanrakyat.com,- Jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali padat oleh kendaraan sejak pagi, Kamis (3/4/2025). Kendaraan yang mengarah ke arus wisata dan sebagian arus balik...
anak disabilitas tertinggal di Sumedang

Orang Tuanya Panik Kejar Tas dalam Bus, Anak Disabilitas Tertinggal di Sumedang

harapanrakyat.com,- Seorang anak perempuan penyandang disabilitas bernama Alula Wafa Salsabila (8) tertinggal orang tuanya usai turun dari bus angkutan balik lebaran di Bundaran Binokasih,...
Wisatawan asal Bandung yang hilang di Pantai Pangandaran ditemukan meninggal dunia

Wisatawan Asal Bandung yang Hilang di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal

harapanrakyat.com - Wisatawan asal Bandung yang hilang di pos 4 Pantai Barat Pangandaran bernama Suhendar, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Kamis (3/4/2025). Tim...
Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...
Kolam Ikan Milik Warga

Hujan Deras di Kota Banjar, Sawah hingga Kolam Ikan Milik Warga Terendam Banjir

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang melanda wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025) sore menyebabkan area persawahan hingga kolam ikan milik warga di Dusun...
Anak Sungai Citalahab Meluap

Hujan Mengguyur Pamarican Ciamis Sebabkan Anak Sungai Citalahab Meluap, 12 Rumah Terendam

harapanrakyat.com,- Curah hujan yang terus mengguyur membuat anak Sungai Citalahab di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap. Akibatnya 12 rumah di...