Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Rencana pengembangan agrowisata di Kota Banjar, Jawa Barat, wilayah Desa Langensari, Kecamatan Langensari, akan menjadi sentra buah alpukat pangeran.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, drh. Aswin, kepada HR Online, Kamis (11/02/2021). Hal itu terkait pemetaan lahan khusus area agrowisata unggulan yang pihaknya lakukan bersama Bappeda, dan DKUKMP Kota Banjar.
Selain Desa Langensari, lanjut Aswin, Desa Rejasari juga akan menjadi sentra budidaya tanaman durian bawor dan montong. Sedangkan, untuk Desa Waringinsari seperti yang sudah berjalan saat ini, yaitu menjadi sentra pengembangan budidaya belimbing madu dan jambu kristal.
Baca Juga : Area Agrowisata Unggulan, Pemkot Banjar Petakan 200 Hektar Lahan
“Untuk belimbing madu tinggal inovasi pengembangannya saja, karena omzet produksinya juga mulai meningkat. Kalau budidaya sektor lainnya masih perlu tahapan,” terangnya.
Agrowisata di Kota Banjar saat ini, lanjut Aswin, berdasarkan data hasil produksi, untuk sektor belimbing madu dari dua kelompok tani yang mengembangkan budidaya tersebut, produksinya sudah mencapai 590 ton per tahun.
Hasil produksi itu belum termasuk sektor buah jambu kristal yang saat ini juga sudah masuk tahap pengembangan. Sedangkan, untuk pengembangan tanaman buah alpukat pangeran baru sekitar satu tahun lalu. Jumlah bibit pohon yang sudah ditanam sebanyak 600 pohon.
“Untuk itu, sekarang kami mulai melakukan pengembangan dan inovasi sektor ketahanan pangan tersebut. Semoga saja 3-5 tahun ke depan hasilnya bisa lebih maksimal,” kata Aswin. (Muhlisin/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah