Mengetahui cara ternak ayam joper yang tepat bagi pemula sangat penting agar usaha rumahan tersebut bisa berhasil. Apalagi pertumbuhan ayam persilangan ini terbilang cepat dengan harga jual tinggi sehingga menguntungkan.
Saat ini sudah banyak orang yang menekuni usaha beternak jenis ayam joper karena peluang keberhasilannya cukup besar. Sayangnya, banyak yang belum mengetahui teknik beternak yang benar terhadap unggas ini. Terlebih untuk para pemula.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang tata cara ternak ayam joper yang benar, mungkin ada sebagian orang yang masih bingung dengan jenis unggas satu ini. Sebenarnya joper merupakan singkatan dari Ayam Jawa Super.
Jenis ayam ini merupakan hasil persilangan antara ayam jantan kampung dengan ayam betina jenis petelur. Ayam joper memiliki keunggulan pada pertumbuhan yang cepat dan harga jual di pasaran yang cukup tinggi dan stabil.
7 Langkah Cara Berternak Ayam Joper untuk Pemula
Berternak ayam joper tidak bisa asal-asalan. Tanpa perencanaan yang baik bukan saja hasil yang akan kita dapatkan tidak sesuai harapan, malah besar kemungkinan akan mengalami kerugian.
Berikut ini beberapa langkah mendasar tata cara budidaya ayam joper yang untuk para pemula. Dengan langkah yang tepat akan bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal dan sesuai harapan.
Baca Juga: Cara Ternak Ikan Gurame, dari Bibit Berkualitas hingga Pembesarannya
Persiapan Kandang
Sebelum mulai beternak ayam, tentu saja Anda harus mempersiapkan kandang dan hal-hal yang berkaitan dengannya terlebih dahulu. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus Anda siapkan, yaitu :
Ukuran Kandang
Berternak ayam joper dengan 100 ekor ayam Anda perlu mempertimbangkan daya tampungnya. Ukuran kandang yang paling tepat adalah 2 meter persegi.
Lantai Kadang
Untuk lantai kandang ayam yang dalam masa breeding, gunakan saja sekam yang dicampur pasir agar kotoran bisa terserap dan tidak menyebabkan bau.
Alternatif lain adalah dengan melapisi bagian bawah kandang dengan kertas koran. Adapun lantai kandang untuk ayam joper yang dalam masa pembesaran dan masa finisher, sebaiknya menggunakan sekam dan pasir yang lebih tebal.
Lampu Kandang
Jika jumlah DOC ayam sebanyak 100-300 ekor, maka penggunaan lampu bohlam ukuran 100 watt sudah mencukupi.
Tempat Pakan dan Minum
Untuk kebutuhan ini sebaiknya gunakan tempat pakan berukuran kecil dalam jumlah banyak. Ini agar setiap ayam bisa mendapatkan porsi makan yang tepat.
Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Koi Untuk Usaha Yang Menguntungkan
Pengadaan Bibit atau DOC Ayam
Kualitas bibit ayam sangat besar pengaruhnya terhadap kesuksesan beternak ayam joper. Oleh karena itu pastikan Anda hanya menggunakan bibit ayam unggulan agar hasil yang Anda dapatkan lebih maksimal.
Pemberian Pakan
Pemberian pakan yang tepat sangat penting bagi pertumbuhan ayam joper yang sehat. Pakan untuk ayam joper tidak jauh berbeda dengan pakan pada ayam broiler karena beberapa fase pertumbuhannya yang sama.
Fase ini meliputi fase starter, fase pembesaran, serta fase finisher. Tentu saja setiap fase yang ada membutuhkan asupan nutrisi atau vitamin tersendiri yang berlainan.
Perlakuan DOC Ayam Saat Datang
Dalam berternak ayam joper Anda harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum DOC ayam datang. Antara lain menyiapkan alat pemanas, tempat pakan dan minum, dan lain sebagainya.
Selain itu persiapkan juga air gula merah yang nantinya akan Anda minumkan saat DOC pertama kali datang. Ini berguna agar stamina ayam yang sempat drop akibat perjalanan jauh bisa kembali.
Masa Breeding
Ayam yang baru berumur 1-10 hari harus menjalani masa breeding. Pada fase ini ayam harus mendapatkan perlakukan yang istimewa karena akan berpengaruh besar pada fase selanjutnya.
Jika penanganan berternak ayam joper pada fase ini kurang tepat, kematian rentan terjadi atau pertumbuhan ayam jadi lebih lambat. Pada fase ini, pemanas kandang memegang peranan yang sangat penting.
Masa Pembesaran
Pada fase ini ayam sudah bisa Anda lepaskan dalam kandang umbaran atau kandang liter. Perawatan harus Anda lakukan sebaik mungkin, mulai dari pemberian pakan, pembersihan kandang, dan lain sebagainya.
Tingkat kebersihan tempat pakan juga penting Anda perhatikan. Ini akan membuat kandang tidak kotor sehingga jauh dari risiko timbulnya penyakit.
Masa Panen
Panen dari usaha berternak ayam oper sudah bisa Anda lakukan saat unggas menginjak umur 60-75 hari. Semua tergantung perawatan dan ukuran bobot ayam yang ingin Anda panen. Jika sudah waktunya panen, segera Anda selesaikan.
Sebab terlambat sehari saja akan menambah besarnya biaya yang harus Anda keluarkan. Hal ini karena pemberian pakan harus Anda lakukan setiap hari dan dalam jumlah yang tidak sedikit.
Itulah sedikit ulasan tentang cara ternak ayam joper bagi pemula yang tepat. Dengan merencanakan secara baik, Anda yang baru memulai usaha rumahan ini bisa mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit.
Editor: Jujang