Presiden Jokowi jadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksin Sinovac, Rabu (13/1/2021). Jokowi divaksin Sinovac di Istana Merdeka, Jakarta.
Pelaksanaan vaksinasi tersebut sekaligus menandai vaksinasi nasional dalam penanganan Covid-19.
Seperti halnya vaksinasi pada umumnya, Jokowi terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan verifikasi data mulai pukul 09.36 WIB.
Baca Juga: Efikasi Vaksin Sinovac di Indonesia 65,3 Persen, Ampuh Cegah Covid-19?
Proses selanjutnya adalah penapisan kesehatan, Jokowi terlihat diukur suhu tubuh dan tekanan darah.
Suhu tubuh Jokowi setelah diukur 36,3 derajat celcius. Sementara tekanan darahnya 130/67 mmHg.
Jokowi juga ditanya seputar riwayat kesehatan sampai akhirnya dinyatakan sehat dan layak untuk menerima vaksin Sinovac.
Selanjutnya Jokowi menuju tempat penyuntikan vaksin. Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Prof. dr Abdul Muthalib, Sp. PD-KHOM bertindak sebagai penyuntik vaksin (Vaksinator).
Tepat pukul 09.42 WIB, dr Abdul Muthalib terlihat menyuntikkan vaksin di lengan kiri Jokowi. Dokter vaksinator sempat bertanya kepada Jokowi terkait kondisinya setelah divaksin Sinovac.
“Tidak terasa sama sekali,” katanya.
Usai disuntik vaksin, Jokori mengikuti proses observasi kemungkinan Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) di Ruang Oval, Istana Merdeka selama 30 menit.
Sebelumnya Jokowi juga menegaskan dirinya akan jadi orang pertama yang menerima vaksin Sinovac. Hal itu ia katakan pada 16 Desember 2020 lalu.
“Saya ingin tegaskan lagi, saya akan jadi penerima pertama vaksin. Ini untuk memberi kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat, vaksin yang digunakan aman,” katanya saat itu.
Jokowi Penerima Vaksin Sinovac Pertama di Indonesia
Vaksin CoronaVac, buatan Sinovac Life Science Co. Ltd kerja sama dengan PT Bio Farma (Persero) adalah vaksin yang disuntikkan kepada Jokowi.
Vaksin Sinovac ini telah melalui uji klinis. Sebanyak 1.620 relawan terlibat dalam proses uji klinis di Bandung. Salah satu relawan yang ikut uji klinis adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Baca Juga: BPOM Memastikan Keamanan Vaksin Covid-19 Sebelum Edar
Selain itu, vaksin Sinovac ini juga telah mengantongi izin penggunaan darurat dari BPOM. Sementara MUI juga telah menyatakan vaksin Sinovac suci dan halal.
Penyuntikan vaksin Sinovac akan dilakukan dua kali, sekali penyuntikan vaksin yang diberikan sebanyaak 0,5 milimeter dalam waktu 14 hari.
Nantinya, para penerima vaksin akan dapat kartu vaksinasi. Selain itu, mereka juga akan diingatkan kembali untuk menerima vaksin kedua kalinya setelah 14 hari sejak menerima vaksin pertama. (Ndu/R7/HR-Online)