Penyebab penyakit alzheimer terutama karena adanya benturan pada kepala atau serangan penyakit. Namun gejala penyakit alzheimer yang paling terlihat adalah penurunan fungsi saraf otak. Tidak mudah cara mengobatinya.
Alzheimer, menurut Wikipedia, merupakan jenis penyakit degeneratif progresif yang menyerang otak. Penyakit ini kebanyakan terjadi pada orang lanjut usia terutama berkaitan dengan bermunculannya plak beta amyloid dalam otak.
Karena itu rang yang sangat berisiko terkena penyakit ini adalah orang yang telah berumur 65 tahun. Begitu juga orang yang terserang penyakit yang menyerang otak juga lebih mudah terkena penyakit ini.
Gejala penyakit alzheimer relatif mudah kita kenali, seperti sering mengalami disorientasi, kebingungan, gangguan bicara, gangguan memori, dan terjadinya demensia.
Penyebab Penyakit Alzheimer dan Ciri-cirinya
Pada dasarnya belum ada kepastian tentang penyebab penyakit alzheimer ini. Selain bukan merupakan penyakit yang menular, alzheimer lebih merupakan sindrom karena terjadinya apoptosis pada sel-sel otak yang membuat otak mengecil atau mengkerut.
Baca juga: Penyebab Penyakit Anosmia dan Cara Tepat Mengobatinya
Hingga saat ini jumlah orang lanjut usia yang mengalami penyakit alzheimer selalu meningkat setiap tahunnya. Mengutip dari Wikipedia, hingga saat ini ada sekitar 4 juta orang Amerika yang terkena penyakit ini.
Jumlah yang tak jauh berbeda juga terjadi di Indonesia. Bahkan pada tahun 2015 yang saja sudah ada sekitar 5 juta orang yang menderita alzheimer di tanah air. Risiko tinggi pada orang lanjut usia menjadi pemicu utamanya.
Meskipun faktor yang menyebabkan penyakit alzheimer belum jelas namun ada sejumlah faktor yang ikut mempengaruhinya. Berikut ini sejumlah faktor pemicu atau penyebab penyakit alzheimer yang sebaiknya Anda tahu.
Trauma Otak
Benturan pada kepala sangat berbahaya, terutama bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada sel-sel saraf. Karena itulah sangat penting melindungi dan menjaga kepala agar tidak mengalami benturan.
Ada banyak kejadian yang bisa menyebabkan trauma otak. Seperti benturan atau pukulan pada kepala, cedera akibat kecelakaan, atau terjatuh. Muhammad Ali, petinju legendaris pernah didiagnosis mengalami alzheimer saat tuanya.
Trauma pada otak akan menyebabkan terganggunya sel saraf. Benturan yang ada akan menyebabkan terjadinya gegar otak ringan. Kondisi inilah yang bisa menurunkan fungsi saraf otak.
Serangan Stroke
Penyakit stroke juga bisa menyebabkan terganggunya fungsi saraf otak. Penyakit ini bisa menjadi penyebab penyakit alzheimer akibat komplikasi yang terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah yang menuju ke otak.
Pendarahan dalam otak juga akan menyebabkan terganggunya fungsi saraf. Ada banyak berbagai peran saraf orang yang semakin merosot dan tidak berfungsi secara optimal.
Kurangnya Asupan Nutrisi
Otak juga sangat membutuhkan asupan nutrisi diperlukannya. Karena itu penting memperhatikan menu makanan yang kita konsumsi. Makanan bergizi tak hanya penting untuk pertumbuhan dan kesehatan namun juga penting untuk mengoptimalkan otak.
Meskipun bukan penyebab penyakit alzheimer secara langsung, namun kurangnya asupan nutrisi bisa memicu terganggunya fungsi saraf. Fungsi saraf otak yang kurang optimal bisa terjadi karena kurangnya asupan vitamin dan protein yang menjadi kebutuhan otak.
Apalagi jika kondisi terjadi sejak masih balita, akan meningkatkan risiko terganggunya fungsi saraf otak. Karena itu para orang tua wajib memperhatikan asupan makanan yang bayi dan anak-anaknya.
Tanda dan Gejala Penyakit Alzheimer
Alzheimer termasuk jenis penyakit saraf karena adanya penurunan kemampuan ingatan yang berdampak pada kemampuan fisik yang juga ikut menurun. Penyebab penyakit alzheimer ini akan menyebabkan penderitanya mengalami kehilangan ingatan.
Terganggunya fungsi saraf otak termasuk sangat berbahaya karena akan membuat orang yang menderita penyakit ini akan mudah lupa. Berikut ini beberapa gejala penyakit alzheimer yang wajib Anda tahu.
Daya Ingat Menurun
Salah satu ciri yang paling terlihat akibat penyakit alzheimer adalah penurunan daya ingat. Namun merosotnya fungsi ingatan ini tidak terjadi secara tiba-tiba melainkan secara bertahap.
Menurunnya daya ingat ini biasanya tampak dari kebiasaan yang sering gampang lupa. Bahkan hal ini lebih mirip dengan tanda orang yang mengalami amnesia atau demensia. Karena itu kenali gejala ini sejak dini.
Respon Menurun
Selain penurunan daya ingat, gejala penyakit alzheimer juga tampak dari respon yang semakin lambat. Kemampuan ingatan yang menurun akan menyebabkan keahlian yang kita miliki juga akan merosot.
Saat melakukan atau menanggapi suatu kejadian, reaksi atau respon untuk menanggapinya juga semakin melemah. Bahkan penderita penyakit ini juga akan mengalami apa yang kita kenal sebagai degradasi perilaku.
Disorientasi dan Mudah Bingung
Sel-sel saraf dalam otak yang terganggu juga memicu terjadinya sikap yang mudah bingung. Gejala penyakit alzheimer ini juga sering kita jumpai pada orang jompo yang sering seperti kebingungan.
Bahkan tak jarang saat berjalan sendiri atau bepergian akan mengalami disorientasi terhadap berbagi tempat. Padahal sebelumnya tempat-tempat sudah sangat dikenalnya. Akibatnya mereka akan lebih mudah tersesat.
Sulit Berkonsentrasi
Gangguan pada sel saraf juga akan menurunkan kemampuan orang dalam berpikir maupun untuk fokus atau berkonsentrasi. Baik dalam mengingat sesuatu informasi ataupun sebuah peristiwa.
Kesulitan untuk memusatkan pikiran akan menyebabkan orang yang menderita gangguan ini sulit melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Karena itu akan sulit memberikan tugas atau pekerjaan pada penderita alzheimer.
Gerakan Tubuh Tidak Terkoordinasi
Terganggunya fungsi saraf pada gilirannya akan mempengaruhi gerakan tubuh. Koordinasi saat menggerakkan tubuh sering tidak berjalan normal. Bahkan sering terjadi gerakan antar bagian tubuh tidak sinkron.
Senang Menyendiri
Tanda lainnya dari penyakit alzheimer adalah sikap yang mulai menjauhi lingkungan sosialnya. Gejala ini tak selalu merupakan akibat langsung dari penyebab penyakit alzheimer sehingga fungsi otak terganggu.
Kondisi ini juga bisa terjadi sebagai akibat lingkungan sosialnya yang kesulitan memahami penderita. Akibatnya, akan semakin banyak orang yang menjauhinya. Penderita juga akhirnya akan mengambil jarak dan lebih senang menyendiri.
Tremor
Gejala penyakit alzheimer yang juga populer adalah terjadinya tremor. Tak sedikit orang tua yang mengalami kondisi ini. Tangan yang sering gemetar sendiri dan sulit kita hentikan memperlihatkan gangguan pada sistem saraf.
Emosi Terganggu
Kurang optimalnya fungsi saraf juga mempengaruhi emosi. Tak jarang orang yang menderita alzheimer memiliki emosi yang labil. Mereka mudah marah namun juga gampang lupa dengan suasana hati yang sering tidak menentu.
Kesulitan Berbicara
Tanda lain yang juga banyak terlihat sebagai gejala penyakit alzheimer adalah kesulitan dalam berbicara atau berkomunikasi. Kesulitan ini terutama tampak pada saat menyusun kata-kata sehingga maksud yang ingin mereka sampaikan sulit kita pahami.
Bahkan tak jarang orang yang menderita alzheimer terdiam saat sedang berbicara. Pemahaman tentang kosa kata yang menurun akan membuatnya sering tiba-tiba terdiam.
Pencegahan dan Cara Mengobati Penyakit Alzheimer
Hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit alzheimer. Namun ada sejumlah terapi yang bisa kita berikan untuk meringankan atau meredakan gejala yang ada.
Baca juga: Gejala Penyakit Demensia, Penyebab, dan Cara Penanganannya
Setelah mengenal berbagai penyebab penyakit alzheimer, berikut ini beberapa terapi penanganan yang bisa Anda lakukan. Pengobatan penyakit alzheimer ini berguna untuk membantu meredakan kondisi yang ada.
Vitamin B12
Mengonsumsi vitamin B12 berguna untuk meningkatkan stimulasi saraf otak. Ini akan memicu agar kerja bisa kembali normal. Vitamin B12 umum menjadi resep dari dokter untuk membantu pasien mendapatkan kembali ingatannya.
Aroma Terapi
Terapi dengan bau-bau wangi dari bahan herbal ternyata juga memberikan efek yang sangat positif dalam meningkatkan fungsi saraf otak. Anda bisa menggunakan beberapa jenis minyak esensial, seperti rosemary, lavender, atau lemon.
Terapi Fisik
Fisioterapi umumnya juga menjadi alternatif penanganan orang yang didiagnosa mengalami alzheimer. Terlepas dari penyebab penyakit alzheimer, dokter biasanya akan menyarankan terapi fisik ini untuk membantu tingkat respon penderita agar menjadi lebih baik.
Asam Lemak Omega 3
Asupan yang satu ini juga bermanfaat dalam mengurangi atau mencegah kerusakan kognitif yang lebih parah. Beberapa jenis makanan yang kaya dengan kandungan asam lemak omega 3 antara lain ikan laut atau kacang-kacangan.
Produk Kedelai
Tempe, tahu, atau susu kedelai merupakan beberapa produk olahan kedelai yang kaya senyawa isoflavin. Sejumlah penelitian menemukan manfaat senyawa ini dalam mencegah alzheimer, terutama wanita yang memasuki menopause.
Sayuran Hijau Tua
Jenis makanan lainnya yang juga baik untuk pencegahan maupun mengatasi penyakit alzheimer adalah mengonsumsi sayuran yang berwarna hijau tua atau gelap. Sayuran jenis ini kaya asam folat yang baik untuk penderita alzheimer.
Asam folat yang terdapat dalam sayuran ini bermanfaat dalam merangsang fungsi kognitif otak. Beberapa jenis sayuran hijau tua antara lain bayam, brokoli, kangkung, atau sawi.
Itulah berbagai penyebab penyakit alzheimer yang sebaiknya Anda tahu. Mengenal gejala alzheimer sejak dini juga berguna untuk pengobatan maupun pencegahan agar terhindar dari penurunan fungsi saraf otak ini.(R11/HR-Online/Editor: Subagja Hamara)