Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Proses pencarian nenek Empi (76), warga RT 38 RW 18 lingkungan Siluman Baru, Kelurahan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, yang diduga hilang di sungai Citapen, Kecamatan Purwaharja akhirnya dihentikan sementara oleh tim petugas BPBD.
Menurut Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Kusnadi penghentian sementara pencarian nenek Empi tersebut lantaran kondisi cuaca tidak mendukung. Hari sudah mulai gelap serta mendung berpotensi hujan.
Karena kondisi tersebut, Tim BPBD akan kembali melakukan proses pencarian pada besok hari. Tim BPBD akan berkoordinasi dengan sejumlah relawan untuk terus mencari keberadaan nenek Empi.
“Tadi kami seharian sudah menyusuri sungai Citapen namun belum membuahkan hasil. Besok pagi pencarian akan kami lanjutkan lagi,” kata Kusnadi, Senin (25/1/2021).
Lanjut Kusnadi, tak hanya menyusur sungai Citapen, tim petugas juga melakukan pencarian dengan cara menyisir area perkebunan milik Perhutani kawasan Pulo Majeti untuk mencari keberadaan nenek Empi.
Selain itu, sampai saat ini BPBD juga terus berusaha melakukan koordinasi dengan semua pihak. Termasuk menghubungi sejumlah relawan guna pencarian di wilayah Bendungan sungai Menganti, Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin dalam pencarian Opsar ini. Nanti kalau sudah ada perkembangan kami informasikan lagi,” ujar Kusnadi.
Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar menerima laporan adanya salah seorang warga atas nama Empi (76) warga Kelurahan Purwaharja yang diduga menghilang sejak Sabtu, 23 Januari 2021.
Empi menghilang pada Sabtu dinihari. Nenek Empi diduga hilang terbawa arus sungai Citapen yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Tim BPBD pun langsung melakukan Opsar susur sungai Citapen. (Muhlisin/R7/HR-Online)
Editor: Ndu