Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Petani salak pontas (pondoh Tasikmalaya) mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya petani salak pontas di Kampung Peundeuy, Kelurahan Ciakar, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Apalagi saat panen salak tiba. Para petani salak pontas ini bisa memetik hasil dari penjualan salak yang dipanennya. Tak hanya itu, para petani ini pun kini tak perlu menjual ke luar daerah salak pontas hasil panennya. Hal ini lantaran para pembeli datang ke lokasi kebun salak.
Yaman, salah seorang petani salak pontas mengatakan, dari lahan seluas dua hektar, dirinya sudah mulai panen sejak satu bulan yang lalu.
“Sekarang alhamdulillah dapat penghasilan untuk keluarga. Sebelumnya kehilangan pekerjaan akibat terdampak Covid-19,” ungkapnya saat ditemui di kebunnya, Kamis (7/1/2021).
“Hasil panennya saya tidak menjual salak pondoh ke luar daerah. Namun saya jual di kebun. Karena pembelinya langsung datang ke sini ke kebun. Jadi kalau ada yang mau beli langsung memetik, sehingga lebih terjamin kualitas rasa buahnya,” ucapnya.
Dari hasil panen rata-rata per hari, Yaman dan petani salak pontas lainnya bisa menjual sekitar 50 Kg hingga satu kuintal.
“Tergantung permintaan yang berbelanja. Masa panennya bisa berlangsung hingga enam bulan ke depan. Buah salak dijual per kilogram seharga 8.000 rupiah,” ungkapnya.
Luas lahan kebun salak pontas 2 hektar, dari luas tersebut bisa menghasilkan salak sekitar lima sampai sepuluh ton tergantung dari kualitas buahnya.
“Di wilayah Ciakar, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya ini kini budidaya salak pontas terus dikembangkan. Saat ini sudah mencapai 70 hektar,” katanya. (Apip/R7/HR-Online)
Editor: Ndu