Nasi jamblang daun jati merupakan makanan khas Cirebon, Jawa Barat yang cukup legendaris. Nama jamblang tidak ada hubungannya dengan buah jamblang. Akan tetapi, nama ini berasal dari nama daerah asal pertama sang penjual.
Sega jamblang atau nasi jamblang menjadi salah satu kuliner khas yang termasuk identitas bagi para masyarakat Cirebon. Bergaya masakan rumahan dengan penyajian yang khas pula, nasi ini menyediakan beberapa jenis lauk pauk yang dapat dinikmati para pecinta kuliner nusantara.
Sekilas tidak ada perbedaan yang cukup signifikan antara nasi putih dengan nasi jamblang. Hanya saja, penggunaan daun jati sebagai pembungkus nasi jamblang membuat kuliner ini semakin unik dan digemari.
Kuliner Nasi Jamblang Daun Jati Khas Cirebon
Apabila berkunjung ke kota Cirebon, maka tidak lengkap tanpa wisata kuliner. Salah satu kuliner khas yang wajib anda coba adalah sega jamblang. Dengan sajian nasi khas dan unik yakni dibungkus daun jati pada setiap porsinya.
Baca Juga: Cara Membuat Serabi Khas Bandung, Tradisional dengan Citarasa Khas
Dalam satu porsi tersebut pada umumnya nasi sebesar satu kepalan tangan. Maka untuk sekali makan, setidaknya dua bungkus nasi dengan tambahan lauk yang tersaji secara prasmanan.
Dalam 10 tahun terakhir, sepanjang jalanan Pantura Cirebon hingga masuk kota Cirebon, anda dapat dengan mudah menjumpai penjual nasi jamblang.
Baik dalam bentuk restoran maupun tenda pinggir jalan. Untuk penjual nasi jamblang di restoran, anda juga dengan mudah menemukan menu kuliner khas Cirebon lain. Seperti empal gentong serta juga sego lengko.
Asal Mula Nasi Jamblang Daun Jati
Sega jamblang awal mulanya adalah makanan para pekerja paksa saat zaman Belanda. Para pekerja tersebut sedang membangun Jalanan Raya Daendels sepanjang 1000 km. Yang merupakan jalan dari Anyer menuju Panarukan yang melewati wilayah Cirebon.
Jamblang berasal dari nama sebuah desa yang terletak di sebelah barat Kabupaten Cirebon. Desa ini merupakan asal pedagang yang pertama kali mempopulerkan masakan nasi jamblang.
Mengenai penggunaan daun jati, pada awalnya bertujuan agar para pekerja dapat menyimpan nasi lebih lama. Nasi yang terbungkus dengan menggunakan daun jati terbukti lebih awet dan tahan dalam beberapa hari.
Maka sejak saat itu, nasi bungkus daun jati menjadi populer bagi kalangan pekerja. Hingga akhirnya salah seorang warga Desa Jamblang tergerak untuk bersedekah makanan yang berupa nasi daun jati kepada para pekerja setiap harinya.
Meskipun pada awalnya gratis, para pekerja merasa tidak enak hati. Hingga akhirnya sepakat memberikan sukarela untuk makanan yang mereka makan.
Dari sinilah akhirnya banyak warga Desa Jamblang yang menjual nasi bungkus yang populer dengan sebutan sega jamblang. Tidak hanya warga Desa Jamblang, akan tetapi warga Cirebon lainnya pun banyak yang turut berjualan kuliner khas Cirebon ini.
Baca Juga: Nasi Kalong Bandung, Buruan Para Nokturnal dengan Keunikan Khas
Kelezatan Nasi Jamblang Daun Jati
Sego jamblang pada mulanya hanya menambah lauk pauk sederhana. Dimana terdiri dari tahu, tempe, serta sambal. Akan tetapi, dengan seiring berjalan waktu, lauk pauk sega jamblang Cirebon kian bertambah menjadi sekitar 40 jenis lauk.
Ukuran nasi jamblang terbilang cukup kecil daripada nasi bungkus lainnya. Akan tetapi, dengan sajian lauk yang beragam, menjadikannya kuliner yang berbeda dan patut anda cicipi saat berkunjung ke Cirebon.
Lauk seperti urap, tahu dan tempe bacem, sambal, sate, telur, serta jenis lauk lainnya akan tersaji dalam meja panjang gaya prasmanan seperti rumah makan nasi padang yang ada dalam Cirebon.
Salah satu warung nasi jamblang daun jati yang cukup populer di Cirebon adalah warung nasi jamblang Mang Dul. Lokasinya beralamat di Jalan Cipto Mangunkusumo, Cirebon. Warung nasi ini selalu penuh sesak dengan para pecinta kuliner setiap harinya.
Bahkan warung nasi ini sudah tidak beroperasi sejak siang jika persediaan nasi jamblang telah habis terjual. Warung nasi jamblang Mang Dul akan buka kembali pada malam harinya atau keesokan harinya.
Baca Juga: Keripik Basreng Khas Bandung, Camilan Renyah Ekstra Pedas Terlaris
Warung nasi jamblang Mang Dul berdiri sejak tahun 1970-an dan hingga kini menjelma menjadi kuliner legendaris kota Cirebon. Meski lauknya cukup beragam, harga nasi jamblang daun jati cukup terjangkau. Daunnya yang khas tentu menambah aroma kelezatan seporsi nasi jamblang khas Cirebon ini. (R10/HR-Online)