Mie glosor khas Bogor merupakan salah satu menu takjil bulan Ramadhan yang nikmatnya selalu membuat ketagihan. Lain dari menu mie pada umumnya, kuliner ini mempunyai tekstur yang lembut dengan bumbu rempah yang meresap sangat sempurna.
Mie glosor akan semakin mantap dengan siraman bumbu kacang pedas yang sangat menggugah selera. Pada bulan Ramadhan, banyak yang menyajikan mie glosor sebagai hidangan wajib untuk berbuka puasa.
Maka tidak heran jika penjualan kuliner ini cukup meningkat pesat pada bulan puasa. Hal ini terbukti dengan banyaknya permintaan pasar akan mie berbahan dasar sagu aren pada bulan Ramadhan.
Mie Glosor Khas Bogor
Glosor pada bahasa Sunda memiliki arti ngegelosor ataupun meluncur turun. Seperti layaknya papan luncur atau perosotan anak-anak. Mungkin seperti itulah proses ngegelosor yang dimaksud mie glosor.
Baca Juga: Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya, Asal Mula Hingga Cara Memasaknya
Kuliner ini terbuat dari bahan baku tepung aci atau tepung tapioka. Oleh karena itu, mie ini terkenal sangat licin dan kenyal. Lain dari mie berbahan baku lain dengan tekstur yang kesat.
Jika tidak ditambahkan pewarna kunyit, maka mie glosor akan nampak seperti kaca yang terlihat kusam. Namun dengan tambahan pewarna kunyit, mie glosor akan tersaji cukup menarik dan menggugah selera.
Proses Pembuatan Mie Glosor Khas Bogor
Dengan meningkatnya permintaan pasar selama Ramadhan terhadap kebutuhan mie glosor, hal ini tentunya menjadi ladang rezeki bagi para produsen mie glosor.
Bahkan terkadang mereka sampai kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar. Yang pada umumnya, di hari biasa mereka memproduksi 5 ton per hari mie glosor.
Namun khusus bulan Ramadhan permintaan pasar bisa mencapai 20 hingga 40 ton mie. Untuk memproduksi 20 ton mie glosor, para produsen memerlukan 40 orang tenaga kerja yang bekerja hingga 24 jam.
Pembuatan mie glosor terbilang cukup singkat. Para pekerja hanya memerlukan waktu satu jam dari proses awal hingga menjadi mie glosor yang siap olah.
Awalnya, mie glosor khas Bogor terbuat dari bahan baku sagu aren yang berasal dari berbagai kota di Jawa Barat. Seperti dari kota Bandung, Garut, Banten, hingga Cianjur.
Baca Juga: Nasi Timbel Komplit Khas Sunda Dengan Citarasa yang Menggoda
Proses pertama, sagu diayak terlebih dahulu hingga halus. Yang selanjutnya, bahan tersebut dicampur dengan resep yang hingga menjadi adonan dan dimasak.
Karena memiliki tekstur yang licin serta saat proses makan pun tanpa perlu anda kunyah, langsung glosor ke tenggorokan, maka mie ini populer dengan sebutan mie glosor. Pada umumnya, mie glosor tersaji dengan racikan sambal kacang.
Asal Mula Mie Glosor Khas Bogor
Pada awalnya sekitar tahun 1966, seorang pembuat mie glosor pindah dari kota Sukabumi ke daerah Pancasan Bogor. Akan tetapi, baru pada tahun 1970, mie ini mulai produksi pada masyarakat Bogor. Namun keberadaan mie glosor di kota hujan ini cukup beruntung.
Dengan memiliki jarak yang begitu dekat dengan kota Jakarta, menjadikan kuliner ini sangat laris di pasaran. Terlebih dengan adanya paradigma mie glosor sebagai makanan kaum melarat karena terbuat dari singkong pun dapat tersingkirkan.
Saat ini mie glosor khas Bandung menjadi salah satu kuliner sehat karena kaya akan serat. Memang, pada awalnya mie glosor hanya merupakan jenis makanan takjil yang tersedia pada bulan Ramadhan saja.
Akan tetapi, semua masyarakat dapat menikmati mie glosor lengkap dengan bumbu kacang kapan dan dimana saja. Pasalnya, saat ini banyak resto yang menyajikan mie glosor dengan penambahan sayuran serta protein, seperti bakso, udang, telur, dan daging.
Keistimewaan Mie Glosor Khas Bogor
Untuk melestarikan keberadaan dan kecintaan terhadap mie glosor, maka pemerintah kota Bogor menyelenggarakan Festival Mie Glosor dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-534. Tidak kurang dari 100 kg mie glosor tersaji khusus untuk masyarakat.
Keistimewaan kuliner ini memang berbeda dengan kuliner mie lainnya. Mulai dari tekstur yang lembut, bumbu rempah yang kuat, serta kerupuk sagu yang gurih.
Baca Juga: Tempat Makan Legendaris di Bandung, Tetap Eksis dan Jadi Primadona
Kesemuanya tercampur dalam satu sajian yang sangat menggugah selera. Menariknya lagi, mie glosor khas Bogor dapat anda kreasikan dengan hidangan lain seperti pempek atau kue sagu.
Anda tertarik menikmati kuliner ini? Hanya dengan merogoh kocek dari Rp 3 ribu hingga Rp 6 ribu, anda dapat merasakan kelembutan mie glosor yang khas. (R10/HR-Online)