Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Tidak sedikit yang merasakan dampak ekonomi dari pandemi Covid-19. Salah satunya adalah Tedi, seorang jasa pembuat atau tukang servis jok motor di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Tedi yang juga berprofesi sebagai tukang pelat nomor kendaraan bermotor ini mengeluh. Pasalnya, setiap hari tidak ada yang servis jok ataupun membuat pelat nomor motor.
“Tidak ada yang membungkus jok motor, mungkin ekonomi lagi susah karena masa pandemi Covid-19,” ucap Tedi yang biasa mangkal di pinggir jalan Awaka, Bakan Kadu, Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/1/2021).
Ia mengakui bahwa penghasilannya turun drastis. Kalau sebelum adanya pandemi pemasukannya bisa membiayai kebutuhan keluarganya.
“Jika sebelum pandemi biasanya dapat Rp 100 ribu sehari. Namun kini dapat 20 ribu juga sudah alhamdulillah. Bahkan, kadang tidak ada pemasukan sama sekali,” ungkapnya.
Sehingga, Tedi yang sebelumnya kesehariannya menjadi tukang servis jok motor, kini berinisiatif biar ada pemasukan buat makan untuk keluarganya.
Selain usaha bungkus jok, ia juga menjual masker dan kerajinan kapal-kapalan yang terbuat dari bambu.
“Jadi, demi mensiasati biar ada pemasukan buat makan, saya juga bikin dan jual masker. Selain itu, juga jual kapal-kapalan,” katanya.
Jika penjualan masker terbilang laris, namun untuk kapal-kapalan sampai saat ini belum ada yang membeli. Bahkan, Tedi pernah menjualnya lewat online, namun hasilnya belum juga laku.
“Harga kapal-kapalan seratus ribu. Lumayan harganya karena bikinnya memakan waktu 3 minggu,” ucapnya.
Sementara untuk ide membuat kapal-kapalan, ia lihat dan mendapat motivasi dari temannya tersebut.
“Pas saya lihat langsung saya mencoba bikin dan ternyata bisa. Sedangkan yang sudah jadi dan siap jual sekarang ada 4 kapal,” katanya.
Lebih lanjut Tedi menambah, bahwa agar ada pemasukan buat makan keluarga, tidak hanya jadi tukang servis jok motor saja, namun segala usaha yang penting halal, ia lakukan semuanya.
“Harapan saya kedepannya ekonomi pulih lagi, pekerjaan dimudahkan lagi, dan Corona ini cepat hilang,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto