Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Jabatan kepala sekolah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini banyak yang kosong. Baik itu kepala sekolah pada tingkat SD maupun SMP. Kekosongan jabatan tersebut karena banyak yang pensiun.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, pada tahun 2020 ada sekitar 208 kepala sekolah tingkat SD dan 16 kepala sekolah tingkat SMP yang kosong. Untuk menutupi kekosongan tersebut, banyak kepala sekolah yang merangkap jabatan atau menjadi sebagai Plt (Pelaksana tugas).
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, H. Asep Saeful Rahmat, melalui Kabid. Pembinaan Ketenagaan, Tamsis, mengatakan, saat ini memang banyak kepala sekolah yang pensiun. Akibatnya, banyak jabatan kepala sekolah yang kosong.
“Untuk tahun 2021 ini, kami belum mendatanya, kemungkinan besar akan ada penambahan. Saat ini ada sekitar 83 orang calon kepala sekolah jenjang SD yang sedang melakukan diklat. Namun, itu juga masih banyak kurangnya,” terang Tamsis, kepada HR Online, Jumat (29/01/2021).
Maka dari itu, pihaknya gencar melakukan pembinaan dan pemahaman, serta motivasi kepada guru yang sudah layak menjadi kepala sekolah.
“Kalau SMP ada 4 orang calon yang sudah mengikuti diklat. Nantinya, kemungkinan besar akan langsung mendapatkan tugas untuk menempati menjadi kepala sekolah tingkat SMP. Karena memang saat ini jabatan kepala sekolahnya kosong,” kata Tamsis.
Baca Juga : Kepala Sekolah di Sejumlah SMK di Pangandaran Kosong, Guru Kebingungan
Dengan banyaknya kekurangan kepala sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis akan melakukan rekrutmen kembali untuk mengisi jabatan yang kosong.
Ia menyebutkan, resiko kekosongan jabatan kepala sekolah yaitu, tidak optimalnya pelayanan kepada sekolah. Kemudian, jika tidak ada kepala sekolah, maka sekolah tersebut tidak bisa mencairkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).
Menurut Tamsis, banyak guru-guru yang tidak tertarik dengan jabatan tersebut. Pasalnya, tunjangan profesi antara guru dan kepala sekolah nominalnya sama, tidak ada yang membedakan. Padahal, tugas kepala sekolah jelas lebih berat.
“Makanya kami mendorong Kementerian agar dapat membedakan tunjangan profesi antara guru dan kepala sekolah. Agar kepala sekolah lebih semangat dan juga banyak peminatnya,” tuturnya.
Jabatan Pengawas Banyak yang Kosong
Selain banyaknya kekosongan jabatan untuk kepala sekolah, lanjut Tamsis, Dinas Pendidikan Ciamis juga kekurangan jabatan untuk pengawas. Karena, jabatan pengawas sebelumnya sudah pensiun, yaitu sekitar 20 orang.
Pihaknya saat ini sedang membuka pendaftaran bagi pengawas. Sudah ada sekitar 15 orang yang saat ini telah mendaftar untuk jabatan pengawas, sehingga masih terdapat kekurangan sebanyak 5 orang.
Pihaknya berharap, jabatan kepala sekolah dan pengawas bisa segera terisi supaya pelayanan kepada siswa dan masyarakat kembali optimal.
“Kita ingin secepatnya ada yang mencalonkan lagi untuk kepala sekolah. Karena, memang kekurangannya masih banyak,” pungkasnya. (Farry/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah