Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Pemprov Jawa Barat (Jabar) mengeluarkan berbagai inovasi dalam menangani pandemi Covid-19 di Jabar. Berikut inovasi Pemprov Jabar selama tahun 2020 dalam menangani pandemi.
Setelah 18 hari Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada Maret 2020, Pemprov Jabar luncurkan aplikasi PIKOBAR. Yakni sebuah aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat. Tujuannya, agar warga dapat mengakses informasi berbagai hal mengenai Covid-19.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut inovasi pelayanan publik yang berbasis teknologi dalam menangani Covid-19 ini sebagai bentuk kesiapan Pemprov Jabar.
Inovasi Jabar dalam menangani pandemi Covid-19 selanjutnya adalah Pasar Digital pada Mei 2020. Inovasi pemanfaatan teknologi ini tercipta atas kerjasama Pemprov Jabar dengan Kementerian Perdagangan.
Tujuannya, guna memperkuat perdagangan via elektronik saat pandemi Covid-19. Sehingga kegiatan ekonomi pada pasar tradisional tetap berjalan seiring mengatasi pencegahan Covid-19.
Pemprov Jabar pun mengeluarkan Pergub Nomor 60 tahun 2020 tentang sanksi administratif terhadap pelanggar protokol kesehatan saat PSBB dan AKB. Salah satu program penunjangnya adalah Aplikasi Sicaplang yakni aplikasi pencatatan pelanggaran. Peluncurannya dilaksanakan di Pantai pangandaran pada 22 Agustus 2020.
Inovasi Covid-19 Jabar ini bertujuan untuk mencatat pelanggar protokol kesehatan hingga sanksi yang diberikan. Satpol PP Jabar bertugas melakukan pencatatan itu. Petugas menekankan untuk memakai masker, karena salah satu cara paling ampuh untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
Dalam menangani Pandemi Covid-19 tentunya tidak terlepas dengan ketersediaan peralatan medis. Terutama alat pelindung diri, pengetesan metode PCR, Rapid Test dan berbagai alat lainnya.
Inovasi Penanganan Covid-19 Jabar, Swasembada Alat Medis
Bersama Universitas Padjajaran, terus mengembangkan Rapid Test 2.0 yakni mendeteksi molekul berbeda dengan rapid test antibodi. Selain itu ada juga VitPAD-iceless Transport System, yakni Viral Transport Medium (VTM) untuk menyimpan dan transportasi sampel virus pada suhu ruang.
Unpad, ITB dan Rumah Amal Salman membuat sebuah ventilator portable yang mudah dan terjangkau untuk membantu menyembuhkan pasien Covid-19. PT Bio Farma pun menghadirkan Lab Mobile Biosafety Level 3 yang memiliki kemampuan melakukan pengetesan 400 spesimen sehari.
Hadirnya berbagai inovasi dalam mengatasi pandemi Covid-19 Jabar selama 2020 ini tak membuat Pemprov Jabar berhenti. Ridwan Kamil menegaskan akan terus melakukan inovasi di 2021 untuk melawan Covid-19 karena pada tahun 2021 agar segera berakhir. (R9/HR-Online)
Editor: Dadang