Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Hama tikus menyerang 36 hektar sawah di Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Akibatnya tanaman padi rusak secara merata sehingga para petani mengalami kerugian.
Soleh, petani setempat kondisi serangan hama hewan pengerat ini sudah terjadi selama beberapa musim panen. Namun kali ini yang semakin parah. Alhasil, para petani mengalami kerugian karena hasil panen tidak maksimal yang menyebabkan tidak balik modal saat menanam.
“Biasanya panen bisa menghasilkan 7 kuintal padi dari 100 bata lahan sawah. Namun setelah hama tikus menyerang paling hanya mendapat 1 kuintal saja sudah bagus. Padi banyak yang mati,” ungkapnya, Kamis (14/1/2021).
Solah mengatakan Pemkab Ciamis melalui instansi terkait telah memberikan bantuan berupa racun tikus. Namun tidak berhasil sebab racun tikus tersebut jumlahnya terbatas. Sedangkan area persawahan yang terkena hama tikus cukup luas.
“Hama tikus masih menyerang, jadi kami berharap ada bantuan berkala untuk bisa mengatasi hama ini. apalagi sekarang dalam kondisi pandemi Covid-19,” ucapnya.
Ede Abdulrohman, Bendahara Kelompok Tani Makar Dusun Cikole membenarkan 36 hektar sawah mengalami kerusakan akibat hama tikus. Hal tersebut telah terjadi hingga 3 kali musim panen. Tanaman padi banyak yang mati dan gundul.
“Harapan kami segera ada solusi untuk mengatasi serangan hama tikus ini supaya petani tidak terus mengalami kerugian. Selain itu juga, semoga ada bantuan dari pemerintah kepada petani yang mengalami kerugian akibat hama,” jelasnya.
Sementara, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis Budi Wibowo mengatakan Pemkab Ciamis kini terus berupaya dalam membantu petani akibat hama tikus yang menyerang tanaman padi. Yakni dengan memberikan racun tikus.
“Kami siapkan racun tikus untuk mengatasinya, semoga hama tikus ini bisa segera teratasi,” ucapnya kepada wartawan. (Dadang/R9/HR-Online)
Editor: Dadang