Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, Agus Nugraha menyampaikan, sebanyak 3 Kepala Sekolah Dasar (Negeri) di Kota Banjar, Jawa Barat, positif Corona.
Agus mengatakan, tiga orang Kepala Sekolah yang terpapar virus Corona tersebut yaitu Kepala SDN 1 Mekarharja, Kepala SDN 4 Banjar dan Kepala SDN 1 Banjar.
Untuk Kepala SDN 1 Banjar saat ini sudah sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19. Sedangkan untuk 2 Kepala SDN 1 Banjar dan SDN 4 Banjar sekarang masih menjalani perawatan dan isolasi di RS Asih Husada, Kecamatan Langensari.
“Iya. Ada tiga orang Kepala Sekolah yang positif. Tapi yang satu sudah negatif,” kata Agus Nugraha kepada wartawan, Senin (18/1/2021).
Lanjut, Agus mengatakan, adanya kasus Covid-19 yang menimpa tiga orang Kepala Sekolah tersebut menunjukkan perlu adanya peningkatan kewaspadaan. Selain itu juga perlu pengawasan disiplin protokol kesehatan di lingkungan satuan lembaga pendidikan.
Terutama pengawasan kepada mereka para peserta didik, guru dan tenaga kependidika. Hal ini agar tidak sampai berlanjut hingga menimbulkan klaster baru penyebaran virus Corona di dunia pendidikan.
“Tentunya ini menunjukkan kepatuhan protokol kesehatan mulai kendor. Meski saat ini masih menerapkan PJJ harus menjadi perhatian,” tutur Agus Nugraha.
Kepala Sekolah Positif Corona di Kota Banjar
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar H. Lukmanul Hakim, melalui Kabid Dikdas Ahmad Yani, membenarkan adanya 3 orang Kepala Sekolah yang positif Corona tersebut.
Namun demikian, ia tidak mengetahui detail perihal riwayat ataupun sabab musabab ketiga Kepala sekolah tersebut bisa terpapar virus Corona.
“Kalau penyebabnya saya kurang tahu. Saya hanya mendapat laporan saja ada yang positif dan dijemput untuk menjalani isolasi,” ujar Yani.
Adapun terkait pembelajaran yang berlangsung saat ini, kata Yani, pihak sekolah masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sehingga, tidak sampai mengganggu aktivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Kami masih menerapkan PJJ. Sebagai upaya pencegahan nanti kami akan maksimalkan peran pengawasan dari orang tua,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online)