Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Meski pemerintah menyediakan tempat untuk isolasi mandiri penanganan Covid-19 yang berada di Asrama Haji Islamic Center (IC), hingga sekarang belum ada satupun warga terpapar menempati tempat tersebut.
Padahal, ketika melihat jumlah kasus pandemi Covid-19 saat ini terus mengalami penambahan.
Kadinkes Ciamis, dr Yoyo, membenarkan pihaknya telah menyediakan tempat tersebut dan hingga kini belum ada warga yang positif menempatinya untuk isolasi.
“Dari mulai peresmian, asrama ini sebagai tempat pusat isolasi penanganan Covid-19 belum ada satupun warga yang terpapar datang dan mengisi ruangan,” ungkapnya kepada HR Online, Minggu (27/12/2020).
Sebagai tempat isolasi, lanjutnya, pemerintah sudah mempersiapkan segala sesuatunya bila ada warga yang ingin menempati untuk isolasi.
Meskipun beberapa hari lalu sempat ada warga yang datang ke lokasi bersama petugas kesehatan, akan tetapi tidak jadi menempatinya dan memilih tempat lain.
Baca juga: Total Konfirmasi Positif Covid-19 Kota Banjar Tembus 280 Orang
Sosialisasi ke Semua Desa dan Kecamatan
Pihaknya pun sudah melakukan sosialisasi terkait tempat yang sudah tersedia, baik ke desa, kecamatan maupun ke Puskesmas.
“Kalau ada warga terpapar dengan status OTG, silakan datang saja jika tidak memiliki tempat untuk isolasi. Namun kebanyakan dari mereka memilih di rumah isolasinya,” imbuhnya.
Saat ini kata Yoyo, di asrama haji sudah tersedia sedikitnya 30 tempat tidur, bahkan pihaknya sudah memiliki susunan jadwal bagi petugas jaga.
Sehingga, ketika ada warga yang ingin melakukan isolasi bisa dengan mudah terlayani, baik dari petugas kesehatan maupun oleh BPBD Ciamis sebagai Gugus Tugas Covid-19.
Meski banyak yang memilih isolasi di rumah, lanjutnya, namun tidak lepas dari aturan tata cara isolasi yang benar, seperti protokol kesehatan, tidak berkeliaran, memiliki tempat sendiri dan menjalankan 3M agar penyembuhannya bisa cepat.
“Untuk pemeriksaan swab, kami masih terus melakukan sesuai tracking terhadap warga yang kontak erat, sehingga bisa tahu berapa jumlah warga yang terkena paparan,” pungkasnya. (Es/R6/HR-Online)
Editor: Muhafid